ads

Pemkab Morowali

Pemkab Morowali
Ucapan Hari Raya Imlek 2024

PERUMDA TIRTA MANGKALUKU PALOPO

PERUMDA TIRTA MANGKALUKU PALOPO
Ucapan Isra Miraj

Headline

Metro

Hukum

Daerah

Politik

Nurdin SH.

USAI sudah perhelatan akbar sepakbola Piala Dunia (PD) tahun 2022 di Qatar, dengan mempertemukan dua kesebelasan terbaik dunia saat ini, Argentina versus Francis dengan kemenangan di pihak Argentina. 


Dari 32 negara yang berkompetisi di ajang piala dunia, Jepang sebagai perwakilan benua Asia telah menunjukkan permainan dengan menjunjung tinggi sportifitas. Dan bukan hanya itu, mereka juga memperlihatkan kepada dunia etika mulia dan budaya luhur.


Seperti yang ditulis oleh Prof Pitoyo Hartono, bahwa kalimat yang pertama kali keluar dari mulut para pemain Jepang dan pelatih mereka saat kalah dari Kroasia adalah ucapan terima kasih bagi para pendukung dan penyelenggara. Sang pelatih Hajime Moriasyu membungkuk dalam-dalam di hadapan pendukungnya.


Meski menelan kekalahan, kesebelasan Jepang tetap menjalankan rutinitasnya, membersihkan kamar ganti sebersih mungkin. Demikian halnya dengan para suporter, mereka membersihkan stadion tidak hanya pada area tempat duduknya.


Apa yang dilakukan oleh pelatih, pemain dan para suporter Jepang bukan untuk diliput oleh media tapi itu adalah budaya mereka. Tidak hanya dipentas dunia, di liga Jepang (J-league), bersih-bersih stadion adalah rutinitas, hal yang biasa usai pertandingan.


Semboyan mereka adalah meninggalkan stadion dalam keadaan lebih bersih dari waktu mereka datang. Dan sekali lagi, ini bukan untuk diliput oleh media sebab bersih-bersih sudah kebiasaan, kata Maya Yoshida kapten kesebelasan Jepang.


Kalah menang dalam sebuah pertandingan merupakan suatu keniscayaan namun terkadang kita hanya siap menang namun tidak siap kalah, ketika tim yang didukungnya kalah, mereka melakukan perusakan stadion dan fasilitas umum lainnya. Jepang walaupun kalah, tetap menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa yang beradab.


Bangsa Jepang membuka mata dunia dan patut dicontoh bagaimana seyogianya bangsa yang beradab, beretika. Padahal boleh jadi, mereka tidak mengenal kalimat "Kemanusiaan yang adil dan beradab". 


Dan juga, boleh jadi mereka tidak pernah membaca "Kebersihan adalah sebagian dari iman" akan tetapi mereka mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bangsa Jepang dengan sendirinya memberitahu kepada kita, bahwa berbuat baik tidak perlu muluk-muluk yang kecil-kecil saja, sederhana tapi dampaknya sangat terasa dan berbuat baik tidak mesti selalu diliput oleh media. (****)

About koranakselerasi

OnlineAkselerasi.com juga beredar dalam versi cetak (Koran Akselerasi) yang beredar di wilayah Luwu Raya dan Toraja. Semoga, kehadiran media ini, dapat menambah khasana bacaan masyarakat yang lebih edukatif dan mendidik.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top