Masjid Baru di Desa Puty Luwu Diharapkan Jadi Benteng Moral Pemuda

8.189 Views

BUA- Udara sejuk Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, mendadak khidmat pada Jumat (4/9/2026). Di salah satu sudut wilayah yang terus berkembang, tepatnya di Dusun Labokke, Desa Puty, ratusan warga berkumpul dengan rasa syukur. Hari itu menjadi tonggak sejarah baru bagi wilayah setempat seiring diresmikannya Masjid Nurnaimah Yusuf, yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Langkah kaki warga setapak demi setapak memenuhi halaman masjid yang berdiri anggun. Dengan luas bangunan mencapai 266 meter persegi, rumah ibadah ini berdiri proporsional, cukup lapang untuk menampung ratusan jemaah sekaligus menciptakan atmosfer yang intim dan khusyuk. Bagi masyarakat Dusun Labokke, sebuah wilayah di Desa Puty yang kini dihuni mayoritas pemeluk agama Islam dari total 4.416 jiwa penduduk desa, kehadiran rumah ibadah baru ini adalah kerinduan yang akhirnya menubuh.

Di balik dinding kokoh dan kubahnya, Masjid Nurnaimah Yusuf menyimpan untaian kisah tentang bakti dan penghormatan keluarga.

Masjid ini berdiri atas inisiasi dan pendanaan dari Drs. H. Nurmaluddin Mallangun, M.Pd. Selaku pendiri, Nurmaluddin tidak sekadar ingin membangun ruang fisik untuk bersujud. Nama "Nurnaimah Yusuf"dipilih secara khusus untuk mengabadikan memori dan mendedikasikan pahala jariah bagi Almarhumah orang tua dari Hj Darmawati Yusuf.

"Mengetuk Pintu Langit Melalui Sholawat, Membuka Pintu Berkah Melalui Rumah Allah yang Baru," demikian untaian tema yang tertulis pada banner acara tersebut. Sebuah pesan yang menegaskan bahwa ruang fisik seluas 266 meter persegi tersebut harus berkelindan dengan hidupnya syiar ibadah di dalamnya.

Kehadiran rumah ibadah baru ini pun disambut dengan optimisme tinggi oleh generasi muda setempat. Ardianto Palla, salah seorang tokoh pemuda, mengungkapkan harapannya agar masjid ini dapat menjadi benteng moral bagi generasi penerus di tengah tantangan zaman yang kian dinamis.

"Kami berharap Masjid Nurnaimah Yusuf ini tidak hanya menjadi tempat ibadah formal, tetapi juga laboratorium hidup bagi pendidikan spiritual anak-anak dan pemuda di Dusun Labokke. Di sinilah tempat terbaik untuk membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akar spiritual yang kuat, berakhlak mulia, dan cinta pada selawat," ujar Ardianto penuh harap.

Tugas berat untuk menghidupkan roh dan memakmurkan masjid tersebut kini berada di pundak H. Muhtar Harist, QH. S.Pd.I. Selaku Ketua Pengurus Masjid Nurnaimah Yusuf yang baru diamanahkan, H. Muhtar memikul tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa masjid ini menjadi episentrum kebaikan, pusat pendidikan Al-Quran, dan perekat sosial bagi warga, anak-anak, serta pemuda sekitar.

Peresmian yang bertepatan dengan momen Maulid Nabi ini menjadi simbolis yang pas. Ketika gunting pita memotong pembatas, dan lantunan selawat nabi mulai menggema memecah langit Dusun Labokke, ada harapan baru yang membumbung tinggi. Bahwa dari masjid baru di tanah Luwu ini, karakter pemuda dan generasi penerus akan terus terjaga. (MDT)

Posting Komentar untuk "Masjid Baru di Desa Puty Luwu Diharapkan Jadi Benteng Moral Pemuda"