![]() |
| Cendrana Saputra Martani (CSM). |
Akibatnya, tahun ini Bapenda Palopo terancam gagal memenuhi target PAD. Anggota Banggar, Cendrana Saputra Martani, Rabu (12/8/2026), sangat kecewa melihat perolehan PAD per 31 Juli yang datanya sangat jauh dari harapan.
Dari target PAD Rp257.820.366.000.00, realisasinya hingga saat ini baru mencapai Rp147.940.593.372.62 atau sekitar 57,38%. Seharusnya, PAD yang masuk mestinya sudah di atas 60%. Sangat disayangkan, kinerja pengelola PAD tak sejalan dengan visi-misi pemerintahan Palopo Baru di bawah nakhoda Hj Nilai Trisal-Akhmad Syarifuddin sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
"Kita sudah memasuki triwulan III tahun anggaran 2026, tetapi kenyataan yang ada penagihan PAD terlihat kurang maksimal, padahal pemerintah kota sudah menaikkan target, namun kinerja penagihan yang ditangani Bapenda lamban, bahkan mereka terancam gagal capai target PAD," sorot CSM--sapaan akrab Cendrana Saputra Martani.
Legislator Partai Demokrat ini meminta Pemkot Palopo mengevaluasi kinerja OPD yang kurang optimal mengelola PAD. Karena, rendahnya serapan PAD akan berdampak terhadap program pembangunan.
CSM menyarankan kepada para kepala OPD yang kinerja instansinya lemah serta tidak becus menangani PAD, agar sebaiknya mundur saja dari jabatannya. Dalam janji politiknya beberapa waktu lalu, Wali Kota optimistis menaikkan PAD dua kali lipat, sayangnya kebijakan Wali Kota itu tidak mampu dilaksanakan oleh bawahannya.
"Jadi, pimpinan OPD yang lemah dalam pengelolaan PAD agar sadar diri dan lebih baik mundur dari jabatan apabila sudah tidak mampu lagi bekerja untuk kepentingan daerah dan masyarakat," saran CSM dengan nada kritis. (MUSAKKAR DJABAL TIRA)

Posting Komentar untuk "CSM Kecewa, Bapenda Palopo Terancam Gagal Capai Target PAD 2026"