PT MDA dan Pemkab Luwu Simulasi Penanganan Kekeringan dan Karhutla

8.189 Views

Kegiatan simulasi kesiapsiagaan kekeringan dan Karhutla di Kecamatan Latimojong. 
LUWU- Sikap tanggap dalam menghadapi efek musim kemarau panjang El-Nino ditunjukkan PT Mas Mindo Dwi Area (MDA) dan jajaran Pemkab Luwu. 

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, kedua belah pihak (PT MDA dan Pemkab Luwu, red), baru-baru ini menggelar kegiatan simulasi penanganan kekeringan dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), kegiatan itu berlangsung di Kecamatan Latimojong. 

Kepala Pelaksana BPBD Luwu, Drs Andi Baso Tenriesa MPA MSi, mengapresiasi perhatian PT MDA yang telah melatih masyarakat dalam hal mitigasi kekeringan dan Karhutla. Ia berharap, pelatihan ini dapat meningkatkan kesiap-siagaan masyarakat. 

Seperti diketahui, simulasi diikuti 80 peserta dari perwakilan 12 desa se-Latimojong diisi elemen Desa Tangguh Bencana (Destana) yang terbentuk di 10 desa, ada juga peserta dari unsur Linmas, kelompok ibu-ibu, tokoh agama, tokoh pemuda, serta unsur masyarakat terkait.

Dalam kesempatan tersebut, tim MDA juga memperkenalkan sistem pemantauan titik api (hotspot) berbasis satelit yang dapat diakses melalui komputer maupun perangkat seluler. 

Teknologi ini dilengkapi fitur peringatan otomatis apabila terdeteksi titik api, baik di dalam wilayah Kontrak Karya (KK) MDA maupun area sekitarnya hingga radius 35 kilometer. Selain itu, tim ESG dan ERT MDA memberikan pelatihan penanganan korban luka bakar,  sementara KPH Latimojong dan Disdamkar memberikan materi pencegahan serta penanganan kebakaran lahan.

Sementara itu, KTT MDA, Mustafa Ibrahim, menyampaikan kolaborasi lintas sektor semacam ini merupakan langkah penting dalam memperkuat mitigasi menghadapi 
potensi kekeringan dan karhutla. 

“Kepedulian bersama dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mencegah risiko bencana serta melindungi masyarakat dan lingkungan, khususnya di wilayah Latimojong,” tandas Mustafa Ibrahim.
(RLS-TOM)

Posting Komentar untuk "PT MDA dan Pemkab Luwu Simulasi Penanganan Kekeringan dan Karhutla"