![]() |
| Kajian valuasi ekonomi jasa ekosistem sungai di 7 desa se-Kabupaten Luwu. |
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengukur nilai ekonomi dan manfaat ekosistem sungai bagi lingkungan, serta pengaruhnya terhadap masyarakat sekitar di wilayah operasional perusahaan.
Kajian yang ditangani pihak konsultan dan pakar dari BRIN, difokuskan pada kawasan hulu DAS Suso karena area itu berkaitan wilayah operasional MDA, khususnya ekosistem Sungai Songgang dan Sungai Kadundung
Proses penilaiannya mencakup, manfaat ekosistem sungai mulai dari penyediaan air untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian, habitat keanekaragaman hayati perairan, pengendalian banjir dan erosi, sampai dengan pemurnian air secara alami oleh vegetasi di sepanjang daerah aliran sungai, selain itu aspek sosial-ekonomi masyarakat juga dinilai termasuk nilai budaya dan kearifan lokal yang berkaitan dengan sungai, nantinya hasil kajian akan digunakan mengestimasi Nilai Ekonomi Total atau Totak Economic Value (TEV) jasa ekosistem sungai.
Selain itu, tim juga melakukan survei kondisi fisik sungai, pengukuran kualitas air dan sedimentasi, pengamatan habitat, serta keanekaragaman hayati perairan dan wawancara langsung masyarakat. Data sosial ekonomi lalu dikumpulkan untuk memahami pola pemanfaatan sungai, tingkat ketergantungan masyarakat, serta manfaat yang dirasakan.
Nantinya, hasil kajian ini akan dikoordinasikan Dinas Lingkungan Hidup Luwu, PERUMDA Tirta Latimojong, Dinas Perikanan, serta Dinas PUPR Luwu untuk memperoleh masukan dan dukungan. Seluruh data yang telah melalui proses analisis, akan menjadi dasar perencanaan pengelolaan, perlindungan, serta pemantauan lingkungan.
Kepala Teknik PT MDA, Mustafa Ibrahim, berharap kajian tersebut memperkuat pengelolaan lingkungan berdasarkan data ilmiah dan kebutuhan masyarakat, lewat evaluasi secara terukur dan ilmiah, MDA merumuskan pendekatan pengelolaan lingkungan berbasis pertimbangan kondisi ekosistem dan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, agar manfaatnya bisa dirasakan warga secara berkelanjutan.
"Kajian juga mendukung pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang mengacu pada dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL), dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL), sebagai dasar bagi MDA menjaga fungsi ekosistem sungai dan manfaatnya ke masyarakat Luwu," tukasnya. (RLS-TOM)

Posting Komentar untuk "MDA dan BRIN Kaji Valuasi Ekonomi Jasa Ekosistem Sungai di 7 Desa"