PALOPO- Universitas Mega Buana (UMB) Palopo menyerahkan beasiswa Tahfidz Qur'an kuliah kedokteran kepada Naufal Abdillah Amir, warga asal Suli, Kabupaten Luwu. Penyerahan beasiswa secara simbolis ini berlangsung pada ajang Mega Buana Award 2026, Jumat (4/9/2026).
Beasiswa bernilai Rp360 juta tersebut diserahkan langsung oleh Pembina Yayasan Pendidikan Mega Buana Palopo, H. Rahim Munir, S.P., M.M., bersama Rektor UMB Palopo, Prof. Dr. Hj. Nilawati Uly, S.Si., Apt., M.Kes., CIPA.
Program beasiswa Tahfidz Qur’an ini merupakan kali ketiga digelar sejak dibukanya Fakultas Kedokteran UMB Palopo pada 2024 lalu. Program ini dihadirkan sebagai bentuk kontribusi nyata kampus terhadap daerah, sekaligus wujud kepedulian dalam mencetak lebih banyak dokter dari kalangan Wija To Luwu. Untuk diketahui, Yayasan Pendidikan Mega Buana Palopo melalui UMB Palopo konsisten memberikan beasiswa Tahfidz Qur'an senilai Rp360 juta setiap tahunnya sejak 2024.
Penerima pertama pada tahun 2024 adalah Fatiyah, putri pasangan Samsuddin dan Nurhidayah asal Kabupaten Luwu Timur. Pada Tahun Akademik 2025, beasiswa diberikan kepada Muh. Dzaky Al Mahdy Tamir dari Kota Palopo, putra pasangan Muh. Nashir Takbir, S.Kom., M.Pd. dan Ernawati, S.Pd.SD. Sementara pada Tahun Akademik 2026, beasiswa diraih oleh Naufal Abdillah Amir, putra pasangan Amiruddin dan Jumiati asal Suli, Kabupaten Luwu.
Rektor UMB Palopo menyampaikan bahwa komitmen memberikan beasiswa kuliah S-1 hingga tamat di Fakultas Kedokteran ini selaras dengan tujuan awal pendirian fakultas tersebut.
“Yayasan Pendidikan Mega Buana Palopo sangat menginginkan hadirnya banyak dokter untuk mengisi kebutuhan layanan kesehatan. Jujur, kita masih kekurangan dokter, utamanya di empat kabupaten/kota di Tana Luwu, bahkan di Indonesia secara umum. Harapan kami, semakin banyak Wija To Luwu yang melirik Fakultas Kedokteran UMB Palopo. Alhamdulillah, tahun ini beasiswa kembali kami serahkan,” ujar Rektor dalam sambutannya.
Naufal Abdillah Amir, penerima beasiswa tahun ini, merupakan seorang penghafal Al-Qur’an 30 juz. Selain memiliki keunggulan hafalan, Naufal tetap harus melalui serangkaian tahapan tes seleksi sebagaimana calon mahasiswa kedokteran lainnya.
Rasa bahagia terpancar dari senyum Naufal yang hadir didampingi kedua orang tuanya, Amiruddin dan Jumiati. Ia bersyukur dapat terpilih di antara sekian banyak pendaftar. “Sangat senang, senang sekali,” tutur Naufal.
Ia bertekad tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan dari Yayasan Pendidikan Mega Buana. Naufal berkomitmen untuk belajar tekun serta membawa nama baik almamater UMB Palopo.
Secara umum pendaftar di Fakultas Kedokteran UMB Palopo sendiri pada penerimaan tahun 2026 disambut antusias oleh masyarakat yang tidak hanya di lokal Luwu Raya saja namun dari berbagai provinsi hingga Timor Leste, baik pada Program Studi S-1 Kedokteran maupun S-1 Kedokteran Gigi.
Tingginya minat masyarakat ini tak lepas dari biaya pendidikan yang relatif terjangkau, fasilitas yang lengkap dan modern, penerapan model pembelajaran active learning, serta keunggulan SDM pengajar. Terlebih lagi, pengelolaan Fakultas Kedokteran UMB Palopo berada di bawah binaan langsung Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas).
Terkait penerimaan mahasiswa baru, Fakultas Kedokteran UMB Palopo untuk Tahun Akademik 2027/2028 akan segera dibuka kembali. (RILIS/TOM)

Posting Komentar untuk "Putra Asal Suli Terima Beasiswa Tahfidz Qur'an Rp360 Juta untuk Kuliah Kedokteran di UMB Palopo"