OLEH: Lukman Hamarong
Satu kata untuk performa Latifatul Isyaroh, membanggakan! Setiap kali qoriah dan hafizah asal daerah Kabupaten Luwu Utara ini naik ke atas mimbar musabaqah, panggung seolah tunduk pada ketenangan jiwa dan kemerduan suaranya.
Tanpa rasa canggung, ia selalu tampil fokus, memadukan ketepatan tajwid dengan penghayatan ayat suci yang menggetarkan hati siapa pun yang mendengarkan.
Bagi Latifa, begitu ia akrab disapa, panggung besar bukanlah tempat untuk merasa kecil. Namanya mulai mencuri perhatian nasional saat ia memperkuat Kafilah Sulawesi Selatan pada MTQ ke-30 Tingkat Nasional di Samarinda, Kalimantan Timur.
Berhadapan dengan para qoriah senior dan berpengalaman dari seluruh penjuru Indonesia tidak membuat nyalinya ciut. Hasilnya berbicara sendiri, trofi Juara 3 Cabang Qira'at Murattal Dewasa Putri sukses dibawanya pulang ke Bumi La Maranginang, kampung halamannya.
Prestasi tingkat nasional tersebut ternyata baru permulaan. Garis tangan dan kerja kerasnya terus menorehkan tinta emas. Dua tahun setelahnya, ia kembali menguasai podium tertinggi sebagai yang terbaik pada ajang MTQ tingkat Provinsi di Maros.
Terbaru, perempuan yang juga aktif mengemban amanah sebagai Ketua Departemen Pembinaan Prestasi DPD BKPRMI Luwu Utara ini kembali mengharumkan nama daerahnya, Luwu Utara.
Tampil di ajang bergengsi MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 yang dihelat di kandang sendiri, Provinsi Sulawesi Selatan, Latifatul Isyaroh keluar sebagai Juara Pertama Cabang Hifzh Al-Qur'an Golongan Surah Al-Baqarah Putri.
Di balik rentetan medali, trofi, dan piala, tersimpan ribuan jam latihan yang sunyi dari riuh tepuk tangan. Tidak ada jalur instan menuju panggung juara. Yang ada hanyalah konsistensi, ikhtiar panjang yang menguji ketahanan mental, dan doa yang dipanjatkan dalam setiap sujudnya.
Latifatul Isyaroh telah membuktikan bahwa ketekunan tidak pernah mengingkari hasil. Dari Luwu Utara untuk Indonesia, ia menjelma menjadi inspirasi, merajut kemuliaan ayat-ayat suci lewat suara emas dan hafalan yang terjaga.
Prestasi gemilang yang ditorehkan oleh Latifa di berbagai ajang MTQ tidak hanya mengharumkan namanya, tetapi juga menjelma menjadi mercusuar motivasi bagi generasi muda, khususnya para perempuan, untuk terus mencintai dan mendalami seni membaca Al-Qur'an.
Semoga kelak lahir Latifa-Latifa baru yang tak hanya menorehkan prestasi gemilang di arena MTQ, tetapi juga mampu mengharumkan nama daerah, sekaligus membanggakan keluarganya. Sebab, kemenangan sejati bukan sekadar piala yang diraih, tetapi juga tentang keteladanan abadi yang ditinggalkannya. (LHR)

Posting Komentar untuk "“Melodi Surga” dari Lutra; Perjalanan Gemilang Latifatul Isyaroh di Panggung MTQ"