OLEH: Lukman Hamarong
Provinsi Maluku Utara (Malut) resmi mencatatkan sejarah baru dalam lembaran penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) KORPRI Nasional.
Bumi Moloku Kie Raha, sebutan historis bagi Negeri para Raja tersebut, ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ IX KORPRI yang akan digelar pada 2028 mendatang.
Estafet penyelenggaraan ini ditandai secara simbolis melalui penyerahan Pataka MTQ KORPRI dari Provinsi Sulsel kepada Maluku Utara yang diterima Gubernur Sherly Tjoanda.
Momen historis ini berlangsung pada malam penutupan MTQ VIII KORPRI Nasional di alun-alun Lapangan Citra Mas, Kabupaten Pangkep, Sabtu (29/8/2026) malam.
Penunjukan Provinsi Maluku Utara sebagai tuan rumah MTQ KORPRI berikutnya memberikan dua sisi yang saling mendukung, yaitu sisi humanis dan sisi inspiratif.
Dua sisi yang mengiringi penunjukan Maluku Utara sebagai tuan rumah perhelatan akbar ASN ini tentunya akan memberikan dampak positif terhadap Maluku Utara.
Di tengah mayoritas penduduknya yang memeluk agama Islam, yakni mencapai 75,69% dari total populasi, Maluku Utara justru dipimpin oleh seorang gubernur non-muslim, Sherly Tjoanda.
Kendati memiliki latar belakang keyakinan berbeda, Sherly dikenal luas sebagai sosok pemimpin yang merangkul dan sangat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Maluku Utara.
Gaya kepemimpinannya dinilai inklusif, menghormati nilai-nilai keislaman masyarakat setempat, sekaligus mampu merawat harmoni tanpa melukai keyakinan pihak manapun.
Amanah besar sebagai tuan rumah MTQ IX KORPRI tentu menjadi tantangan tersendiri, sekaligus panggung pembuktian bagi kepemimpinan Sherly di Maluku Utara.
Kehadirannya secara langsung di Pangkep pada malam penutupan tidak hanya sekadar menerima tongkat estafet tuan rumah, tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang komitmen Maluku Utara terhadap suksesnya agenda keagamaan nasional tersebut.
Sherly menyampaikan pandangan yang mendalam mengenai esensi dari MTQ KORPRI ini. Sherly memandang bahwa MTQ bukan sekadar syiar Al-Qur'an semata, melainkan manifestasi dari nilai-nilai integritas, amanah, keteladanan, persaudaraan, dan pengabdian.
Bagi aparatur sipil negara (ASN), nilai-nilai yang disampaikan Sherly tersebut merupakan fondasi krusial dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan publik kepada masyarakat.
Pernyataan tersebut mencerminkan kesiapan mental dan manajerial dari Pemprov Maluku Utara dalam menyongsong salah satu perhelatan religi terbesar, yaitu MTQ KORPRI.
Meski Sherly menyadari perlunya proses belajar dan evaluasi, namun kehadiran Maluku Utara di ajang nasional menegaskan perbedaan latar belakang bukan halangan untuk merayakan nilai-nilai universal kebaikan, persatuan, dan profesionalisme birokrasi di bumi para raja tersebut.
Memang bukan tugas yang mudah bagi Sherly. Dirinya tetap butuh energi, sinergi, masukan, dan proses adaptasi untuk menyukseskan festival keagamaan Islam khusus dari kalangan ASN.
Sekali lagi, kehadiran Sherly Tjoanda di malam penutupan MTQ VIII KORPRI Nasional di Pangkep, menandakan bahwa dirinya siap lahir batin untuk menyukseskan MTQ IX KORPRI 2028 mendatang di Provinsi Maluku Utara. (LHR)

Posting Komentar untuk "Sherly Tjoanda Terima Pataka: Maluku Utara Resmi Tuan Rumah MTQ IX KORPRI 2028"