![]() |
| Massa AMTOK saat mendatangi Dinkes Palopo. |
Buntutnya, puluhan masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Taku Obat Kedaluwarsa (AMTOK), Jumat (4/5/2018), mendatangi kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Palopo. Kehadirann AMTOK, guna memastikan benar-tidaknya isu obat kedaluwarsa yang dihembuskan Ome lewat videonya yang beredar di internet atau media sosial.
"Sejak isu ini beredar, kini masyarakat resah dan takut berobat ke puskesmas. Kami minta supaya dinas kesehatan segera mengambil upaya dan langkah tegas, sehingga masalah tersebut tidak menimbulkan bias di masyarakat," ketus koordinasi aksi, Wawan.
Terkait desakan itu, Kepala Instalasi Farmasi Dinkes Palopo, Irma, secra tegas membantah tudingan obat kedaluwarsa di puskesmas-puskesmas sebagaimana yang disebutkan Ome melalui videonya.
"Tidak ada obat kedaluwarsa beredar di puskesmas. Saya kira, itu hanya fitnah saja. Obat yang masa kedaluwarsanya lewat langsung kita musnahkan. Sebab, jika diberikan kepada pasien dapat menimbulkan keracunan," jelasnya.
Atas beredarnya isu obat kedaluwarsa, Kuasa Hukum Pemkot Palopo, Isma Kahman, menyatakan siap melakukan advokasi dan pendampingan terhadap dinkes. "Tergantung dinkes. Kalau ingin melapor, kita back-up," tegasnya. (TOM)

Posting Komentar untuk "Takut Berobat ke Puskesmas, Warga Palopo Resahkan Isu Obat Kedaluwarsa "