![]() |
| Warga Puncak Indah, Malili, memprotes kebijakan pemerintah desa setempat dalam membuat kebijakan. |
"Sepertinya batas kesabaran saya sudah habis. Kenapa dari dulu sampai sekarang, pemerintah desa tak pernah melibatkan saya dalam pembahasan program baik itu musrenbang, rapat penerimaan program Comdev PT Vale, dll," ujar Napoli, Jumat (7/7/2017).
Salah satu pengurus FKPPI Lutim ini merasa, pemerintah desa mengabaikan dirinya. "Kepala desa dan perangkatnya tak menghargai saya sebagai penduduk di sini. Ada apa? Setiap mereka rapat, saya tak pernah diundang," kecam Napoli.
Mestinya, ketus Napoli, pemerintah desa mengundang seluruh elemen terkait untuk membahas program yang akan dilaksanakan. "Ingat, kepala desa itu dipilih oleh rakyat. Harusnya, segala kebijakan dan perumusan program mesti melibatkan pula masyarakat di sini," tukasnya lagi.
Dirinya sebagai tokoh masyarakat Puncak Indah ingin juga memberikan kontribusi saran dan pemikiran untuk kemajuan daerah tersebut. "Ini yang membuat saya berkecil hati. Kenapa pemerintah desa terkesan seolah-olah mengabaikan kami masyarakat kecil ini," sesal Napoli.
Terkait keluhan itu, Kades Puncak Indah, Muhammad Cakir, langsung memanggil sekdesnya, Basri, dan Kadus Puncak Indah, Nurgama, untuk menyikapi kekecewaan yang diutarakan Napoli.
"Saya merupakan kades baru di wilayah ini. Tetapi, apa yang menjadi kekecewaan dari saudara Napoli akan kami sikapi ke depannya. Kami membutuhkan kontrol dan pengawasan dari warga. Jadi, setiap pengambilan kebijakan memang memerlukan legitimasi yang kuat dari masyarakat. Insya Allah, nanti semua akan kita libatkan bersama-sama," janji Muhammad Cakir. (SULNAWIR)

Posting Komentar untuk "Merasa Diabaikan, Tokoh Pemuda Kecam Kades Puncak Indah"