![]() |
| Dari kiri ke kanan, Armin Mustamin Toputiri, Laode Arumahi, dan Akhmad Syarifuddin Daud (Ome). |
Ome tidak jadi mendapat rekomendasi Partai Golkar, setelah Wakil Walikota (Wawali) Palopo itu menolak membayar biaya kontribusi sebesar Rp5 juta.
Ketua Ome Community, Reski Azis, kepada Koran Akselerasi, Jumat (7/7/2017), menyesalkan kebijakan Tim 7 yang memungut dana kontribusi. Menurut dia, keputusan itu dapat membuat kepercayaan publik terhadap Golkar semakin rendah.
"Sudah jelas, Golkar hanya terkesan mementingkan pemilik modal besar ketimbang memperjuangkan suara kepentingan rakyat. Jika itu dibiarkan, saya yakin persoalan ini berdampak terhadap suara Golkar di Pilkada Serentak 2018, termasuk Pemilu/Pilpres 2019," tukas Reski Azis.
Reski Azis berasumsi, parpol yang memberlakukan mahar politik dapat mempengaruhi kiprah partai itu sendiri di mata masyarakat.
Terpisah, Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi, yang dimintai komentarnya soal gugurnya pencalonan Ome menuju Pilwalkot Palopo 2018 melalui DPD II Partai Golkar, berjanji pihaknya akan menyelidiki indikasi biaya yang dipungut yang menurut dia bertentangan UU No: 8/2015 pasal 47 tentang Pilkada.
Dalam pasal tersebut menjelaskan, parpol dilarang menerima imbalan dalam bentuk apapun pada proses pencalonan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil Bupati, serta walikota dan wakil walikota. Dalam hal partai politik atau gabungan yang terbukti menerima imbalan sebagaimana dimaksud ayat (1), parpol/gabungan parpol yang bersangkutan dilarang mengajukan calon pada periode berikutnya di daerah yang sama.
Sementara, Plt Ketua DPD II Partai Golkar Palopo, Armin Mustamin Toputiri saat dikonfirmasi via massengernya mengatakan dirinya sudah mengcross-chek persoalan itu. Ome, kata dia, dinyatakan gugur setelah yang bersangkutan tidak mau mengikuti persyaratan yang ditentukan Tim 7 bentukan DPD II Partai Golkar Kota Palopo.
Kendati hampir pasti batal mengendarai Golkar, Ome mengaku masih menyimpan asa mengendarai Golkar. Sebab, di DPD I Partai Golkar, dirinya duduk sebagai Korwil Bappilu Luwu Raya. "Nantilah kita lihat seperti apa keputusan DPD I Partai Golkar," kunci Ome.
Seperti diketahui, Tim 7 Partai Golkar Palopo telah meloloskan delapan balon kepala daerah yang akan diseleksi untuk mengendarai Golkar, yaitu petahana, HM Judas Amir, Budi Sada, HM Jaya, Steven Hamdani, Khaerul Saad, Budi Kamrul Kasim, H Burhanuddin Muin, dan HM Yunus. (MDT)

Posting Komentar untuk "Tak Setor Biaya Kontribusi ke Golkar, Ome Terancam Jadi Penonton di Pilwalkot Palopo 2018"