![]() |
| Pasar Sukamaju raih penghargaan BPOM. |
Pasar Rakyat Sukamaju yang juga binaan DP2KUKM, sukses mendapatkan penghargaan Program Keamanan Pangan Terpadu Tahun 2026 dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Piagam penghargaan ini diserahkan langsung BPOM Kota Palopo di Masamba belum lama ini, dan diterima langsung oleh perwakilan DP2KUKM Kabupaten Luwu Utara, Aras Mamang.
Prestasi ini diraih berkat keberhasilan pembinaan di Pasar Rakyat Sukamaju, yang dinilai sukses menerapkan standar ketat sebagai Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK).
Tidak hanya itu, Pasar Rakyat Sukamaju juga dinilai sangat aktif dalam membudayakan keamanan pangan dalam aktivitas jual beli masyarakat sehari-hari di pasar rakyat tersebut.
Kepala DP2KUKM Kabupaten Luwu Utara, Akram Risa, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas penghargaan yang diberikan oleh BPOM Kota Palopo tersebut.
Menurutnya, pencapaian ini merupakan buah dari sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang terus konsisten dalam melindungi kesehatan masyarakat, khususnya konsumen pasar rakyat.
Ia mengatakan, penghargaan ini merupakan wujud komitmen bersama untuk memastikan bahwa masyarakat mendapat akses pangan yang aman, layak, dan bebas dari bahan berbahaya.
“Kami dedikasikan capaian ini untuk pedagang dan pengelola Pasar Rakyat Sukamaju yang telah menunjukkan kesadaran dalam membudayakan keamanan pangan,” ujar Akram Risa.
Ia menambahkan, DP2KUKM tidak akan berhenti pada capaian ini. Pihaknya berkomitmen terus memperluas program pengawasan dan pendampingan ke pasar-pasar rakyat lainnya.
Salah satu tujuannya, kata dia, bagaimana standar kebersihan dan keamanan pangan bisa merata di seluruh kecamatan dan desa yang ada di daerah berjuluk Bumi La Maranginang itu.
Program PPABK yang diinisiasi oleh BPOM ini menempatkan seluruh komunitas pasar mulai dari pengelola, pedagang, hingga pembeli sebagai penggerak utama pengawasan mandiri.
Pasar Rakyat Sukamaju sendiri terpilih karena dinilai berhasil mengimplementasikan sejumlah indikator penting, seperti para pedagang yang terus aktif melakukan edukasi mandiri.
Edukasi mandiri adalah bagaimana para pedagang terus berupaya memberikan pemahaman agar warga menghindari penggunaan bahan kimia, seperti formalin, boraks, dan zat pewarna.
Tak hanya itu, ia mengungkapkan adanya partisipasi aktif dalam memantau kebersihan komoditas segar, seperti ikan, daging, sayuran, serta pangan lainnya dari cemaran zat berbahaya.
“Peningkatan kesadaran masyarakat dalam upaya menjaga kebersihan lapak atau tokonya serta lingkungan sekitarnya demi kenyamanan bersama juga sangat tinggi,” beber Akram.
Dengan diraihnya penghargaan ini, pemda berharap Pasar Rakyat Sukamaju dapat menjadi role model atau percontohan bagi pasar-pasar tradisional lainnya yang ada di Luwu Utara.
Langkah ini sekaligus sejalan dengan visi-misi daerah dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan pangan berkualitas, higienis, dan berdaya saing tinggi. (LHR)

Posting Komentar untuk "Pasar Rakyat Sukamaju Terima Penghargaan Keamanan Pangan BPOM"