Ditolak Mengisi BBM, Pengendara Mobil Protes Antrean Jeriken di SPBU Sawerigading Palopo

8.189 Views

Pengisian jeriken di SPBU Sawerigading yang dikeluhkan konsumen. 
PALOPO- Seorang pengendara mobil, Yusuf Pembonan, melayangkan aksi protes terhadap manajemen SPBU Sawerigading, Kota Palopo, setelah dirinya ditolak saat hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM), Senin (14/9/2026) pagi. Insiden ini memicu sorotan tajam dari lembaga hukum terkait dugaan kebocoran distribusi BBM bersubsidi di wilayah Luwu Raya.

Peristiwa tersebut terjadi di SPBU 74.919.84 Sawerigading yang berlokasi di Jalan Yos Soedarso, Kelurahan Batupasi, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
 
Aksi protes terekam dalam sebuah rekaman video berdurasi 2 menit 55 detik yang diambil langsung oleh Yusuf. Dalam rekaman tersebut, Yosef meluapkan kekecewaannya karena pihak SPBU menolak memberikan layanan pengisian BBM kepada kendaraan roda empat miliknya dan memintanya untuk pergi.

Visual dari video memperlihatkan antrean di depan mobil Yosef didominasi oleh dua unit motor gerobak yang mengangkut puluhan jeriken berjejer. Yusuf sempat berinteraksi dengan pengendara motor gerobak untuk memastikan apakah puluhan jeriken yang dibawa berisi solar yang diperuntukkan bagi para nelayan.

Ia kemudian menghampiri dan menegaskan kembali alasan penolakan tersebut kepada seorang operator wanita yang berdiri di samping nosel pengisian. Merespons pertanyaan tersebut, sang operator membenarkan bahwa prioritas pengisian saat itu ditujukan untuk nelayan sambil menunjukkan lembaran kertas yang ditengarai merupakan surat rekomendasi resmi.

Insiden ini langsung memantik reaksi keras dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Andi Djemma. Lembaga hukum tersebut menyoroti bahwa kelangkaan BBM yang kerap terjadi di wilayah Luwu Raya disinyalir kuat akibat ulah mafia BBM yang memanfaatkan celah regulasi.

"Hal ini mesti diusut, untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan. Selama ini, kami menduga oknum pelangsir dengan modus menggunakan kode batang serta surat rekomendasi peruntukan nelayan atau petani. Dari hasil itu, BBM diambil oleh transportir ilegal dan dijual ke industri tambang, termasuk tambang ilegal," tulis PBH Andi Djemma dalam keterangan resminya.

Di sisi lain, pihak manajemen SPBU Sawerigading belum memberikan klarifikasi operasional secara mendalam terkait sengkarut pelayanan dan antrean jeriken tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pada Senin siang, Manajer SPBU Sawerigading, Nuzul, mengaku belum bisa memberikan keterangan rinci karena sedang memiliki agenda lain.
"Sebentar saya hubungi ki, karena saya lagi mengajar ini," ujar Nuzul singkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak PT Pertamina Patra Niaga Sulawesi, maupun aparat penegak hukum terkait pengetatan pengawasan distribusi BBM subsidi agar bersih dari praktik pelangsiran ilegal. (MDT)

Posting Komentar untuk "Ditolak Mengisi BBM, Pengendara Mobil Protes Antrean Jeriken di SPBU Sawerigading Palopo"