Mengenal Yusuf, Putra Tokoh Adat Asal Batusitanduk yang Raih Gelar Doktor dan Membangun Keluarga Akademisi

8.189 Views

Kolonel Muhammad Yusuf Aksa bersama keluarga.
WALMAS- Lahir dan tumbuh di tengah tatanan adat yang kuat tidak berarti harus menutup diri dari dunia modern. Bagi Kolonel Yusuf Aksa, nilai-nilai luhur tradisi dan pencapaian akademik bukanlah dua kutub yang bertentangan. Keduanya justru menjadi sayap yang saling menguatkan.

Pria kelahiran Sangtandung, 17 Agustus 1972 ini membuktikan bahwa identitas sebagai putra pemangku adat tertinggi (Tomakaka) Sangtandung dapat berjalan seiring dengan hasrat yang mendalam terhadap ilmu. Tiga gelar magister dan satu gelar doktor kini tersemat di namanya.

Perjalanan Yusuf berawal di jantung Tana Luwu. Pendidikan dasar hingga menengah ditempuhnya di SMA Negeri 1 Palopo. Setelah itu, ia melangkah ke Makassar dan meraih gelar Sarjana Teknik Industri di Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Namun gelar sarjana baginya hanyalah gerbang awal. Ia kemudian menempuh Magister Manajemen Sumber Daya Manusia di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado. Seiring berkembangnya kesadaran akan pentingnya kedaulatan negara, Yusuf memutuskan menempuh S2 kedua di Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Jakarta, dengan spesialisasi Strategi Pertahanan Darat. Puncaknya, ia kembali ke UMI Makassar untuk menyelesaikan pendidikan doktoral di bidang Ilmu Manajemen.

“Bagi saya, adat dan ilmu pengetahuan bukan dua hal yang harus dipilih. Keduanya saling menguatkan. Seorang pemimpin, baik di tingkat adat maupun negara, harus berdiri di atas keduanya,” ujar Dr. Yusuf.

Keberhasilan akademik Yusuf tidak berdiri sendiri. Di sisi lain, ada Yuliana, istrinya yang juga menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar S2 Ekonomi dari Universitas Hasanuddin (Unhas). Keduanya membangun rumah tangga dengan komitmen yang sama terhadap pendidikan dan literasi.

Hasil didikan itu kini terlihat pada anak-anak mereka. Putra sulung, Muhammad Tandribali Yusuf Aksa, sedang menempuh pendidikan sebagai Taruna Akademi Militer (Akmil) Magelang. Pilihannya seolah menjadi jembatan nyata antara disiplin ilmu Strategi Pertahanan Darat yang pernah digeluti ayahnya dengan pengabdian kepada negara.

Sementara putri kedua, Ratu Fadillah Olivia Yusuf Aksa, menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Ambon, terus meniti jalan masa depannya dengan bekal yang sama: disiplin dan semangat belajar.

“Saya ingin anak-anak saya mengerti bahwa pengabdian kepada negara dimulai dari rumah dan dari rasa hormat terhadap akar budaya sendiri,” kata Yusuf.

Sebagai putra Tomakaka, pemimpin adat yang bertugas menjaga kedamaian, nama baik, dan mengambil keputusan penting di wilayah Sangtandung, Yusuf membawa filosofi tersebut ke dalam cara ia memandang kepemimpinan. Baginya, kepemimpinan modern harus berdiri di atas fondasi ilmu pengetahuan dan kemampuan manajemen yang tajam.

Kisah Dr. Yusuf menjadi potret bagaimana akar budaya lokal yang kuat, bila dipadukan dengan komitmen akademik yang serius, mampu membentuk sebuah keluarga yang konsisten mengabdi kepada negara. Dari Sangtandung, sebuah legasi pendidikan terus dituliskan—bukan hanya untuk keluarga Yusuf, tetapi juga untuk generasi muda Luwu Raya dan Indonesia. (MUBARAK DJABAL TIRA)

Posting Komentar untuk "Mengenal Yusuf, Putra Tokoh Adat Asal Batusitanduk yang Raih Gelar Doktor dan Membangun Keluarga Akademisi"