MAKASSAR- Indonesia menghadapi peningkatan kasus penyakit ginjal kronis (Chronic Kidney Disease/CKD), salah satunya berkaitan dengan kondisi hiperglikemia. Peningkatan kadar glukosa darah dapat memicu pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) yang menyebabkan stres oksidatif dan mempercepat kerusakan jaringan ginjal.
Di tengah persoalan tersebut, tim mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Program Kreativitas Mahasiswa-Riset Eksakta (PKM-RE) mengembangkan inovasi sistem penghantaran obat yang ditujukan untuk mencegah kerusakan ginjal akibat hiperglikemia.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui riset bertajuk “Penghantaran Enavogliflozin Terinkorporasi Chitosan Modified Prodrug melalui Smart Reservoir Microarray untuk Pencegahan Chronic Kidney Disease akibat Hiperglikemia”. Sistem ini kemudian dikembangkan dengan nama ENVICHROMA.
Kebutuhan terhadap strategi terapi yang mampu mengendalikan kadar glukosa sekaligus mencegah kerusakan ginjal menjadi semakin penting. Pasalnya, hiperglikemia diperkirakan berkontribusi terhadap kerusakan ginjal pada sekitar 2 dari 5 orang dan dapat berkembang menjadi CKD. Tim ENVICHROMA diketuai oleh Fakhirah Syukriyah Azis (Farmasi 2023), bersama anggota Nur Aulia (Farmasi 2023), Rabiatul Adawiah (Farmasi 2023), Muh. Avila Zaky Ramadhan (Pendidikan Dokter 2024), dan Ahmad Dwipraja Rafian Fahrezi (Farmasi 2024).
Riset ini dibimbing oleh apt. Frederika Tangdilinting, S.Si., M.Si. Tim mengembangkan enavogliflozin (ENV), obat golongan Sodium-Glucose
Cotransporter-2 Inhibitor (SGLT2i), ke dalam sistem Smart Reservoir Microarray.
Enavogliflozin dipilih karena tidak hanya berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah, tetapi juga memiliki potensi memberikan efek renoprotektif.
Sistem ENVICHROMA mengombinasikan nanopartikel berbasis chitosan modified
prodrug dengan reservoir dan microarray. Nanopartikel berperan sebagai pembawa
enavogliflozin, reservoir menjadi tempat penyimpanan formulasi, sedangkan microarray memungkinkan penghantaran obat melalui kulit secara minimal invasif.
Pendekatan transdermal ini dirancang untuk menghindari metabolisme lintas pertama di hati yang menjadi salah satu keterbatasan penghantaran enavogliflozin secara oral.
Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan obat dalam tubuh sekaligus mempercepat penghantarannya menuju organ sasaran.
Integrasi chitosan modified prodrug juga ditujukan untuk mendukung penargetan
enavogliflozin menuju tubulus proksimal ginjal melalui interaksi dengan reseptor megalin.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akumulasi obat pada ginjal
sekaligus membantu mencegah kerusakan yang berkaitan dengan hiperglikemia
“ENVICHROMA kami kembangkan dengan konsep pencegahan kerusakan ginjal sejak
fase hiperglikemia, sehingga pengendalian kadar glukosa dapat berjalan bersamaan
dengan upaya memberikan perlindungan terhadap ginjal,” ujar ketua tim, Fakhirah
Syukriyah Azis.
Riset ENVICHROMA melalui berbagai tahapan, mulai dari validasi metode analisis, formulasi dan karakterisasi nanopartikel chitosan-TPP, pengembangan reservoir dan microarray, pengujian in vitro, hingga pengujian ex vivo serta evaluasi in vivo farmakokinetika dan farmakodinamika. Pengujian keamanan juga dilakukan melalui evaluasi hemolisis dan HET-CAM.
Melalui pendekatan yang menggabungkan teknologi nano, sistem penghantaran
transdermal, dan farmasi molekuler, riset ini diharapkan dapat membuka peluang
pengembangan terapi yang lebih efektif, terarah, dan nyaman dalam mencegah CKD akibat hiperglikemia.
Inovasi ENVICHROMA sekaligus menunjukkan kontribusi mahasiswa Unhas dalam mengembangkan teknologi kesehatan berbasis riset. Tim berharap sistem ini dapat menjadi landasan bagi pengembangan strategi terapeutik yang tidak hanya berfokus pada pengendalian kadar gula darah, tetapi juga mencegah kerusakan ginjal sejak tahap awal hiperglikemia. (**)

Posting Komentar untuk "Tim PKM-RE Unhas Hadirkan ENVICHROMA, Inovasi Smart Reservoir Microarray untuk Cegah CKD akibat Hiperglikemia"