PANGKAJENE- Kabupaten Sidenreng Rappang kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan Program Strategis Nasional (ProSN) Tahun 2025. Dengan skor 84,51 dan kategori sedang, Sidrap menempati peringkat pertama dari 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan.
Capaian tersebut mengungguli Kota Parepare yang memperoleh skor 82,78 dan Kabupaten Takalar dengan skor 75,25. Secara nasional, penilaian ProSN 2025 mencakup 546 pemerintah daerah, terdiri atas 38 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menyatakan bahwa hasil tersebut bukan sekadar angka atau peringkat. “Ini adalah refleksi dari kerja bersama pemerintah daerah dalam menerjemahkan kebijakan nasional menjadi program yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya saat dihubungi Koran Akselerasi melalui telepon seluler, Jumat (11/9/2026).
Menurut Syaharuddin, ProSN menjadi instrumen penting untuk memastikan kebijakan nasional diwujudkan secara nyata melalui program dan kegiatan pemerintah daerah yang terukur, akuntabel, serta memberikan manfaat langsung kepada warga. Ia menilai sinergi antara kepemimpinan daerah, perangkat daerah, perencanaan pembangunan, penganggaran, dan pelaksanaan program prioritas nasional telah berjalan secara konsisten.
ProSN Tahun 2025 berfokus pada lima agenda strategis, yakni penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan untuk semua, perluasan akses pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi. Bagi Kabupaten Sidenreng Rappang, capaian ini menjadi bukti bahwa upaya menerjemahkan agenda nasional ke tingkat lokal telah berjalan dengan baik.
Kondisi demografi daerah turut mendukung. Jumlah penduduk Sidrap pada 2024 tercatat 330.198 jiwa, terdiri atas 163.168 laki-laki dan 167.030 perempuan. Estimasi penduduk pada 2025 mencapai sekitar 338.220 jiwa. Kecamatan Maritengngae menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak, yakni 55.130 jiwa. Luas wilayah kabupaten mencapai 1.883,23 kilometer persegi dengan kepadatan sekitar 175–181 jiwa per kilometer persegi. Mayoritas penduduk berada pada usia produktif (15–59 tahun) sekitar 63 persen.
Di sektor ketahanan pangan, Sidrap mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung beras dan telur nasional. Pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 mencapai 7,71 persen, tertinggi di Sulawesi Selatan. Angka kemiskinan turun menjadi sekitar 4,91 persen, Indeks Pembangunan Manusia naik menjadi 75,49, dan cakupan Jaminan Kesehatan Nasional mendekati 99 persen. Survei terkait juga mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan daerah mencapai 87,7 persen.
Meski demikian, Syaharuddin menekankan bahwa skor 84,51 sekaligus menjadi modal sekaligus tantangan. “Ke depan, capaian ini menjadi modal sekaligus tantangan bagi Kabupaten Sidrap untuk terus meningkatkan kualitas implementasi ProSN, memperkuat kualitas data dan eviden kinerja, meningkatkan koordinasi lintas perangkat daerah, serta memastikan setiap program benar-benar menghasilkan outcome dan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa peringkat pertama bukanlah tujuan akhir. “Sidrap berada di posisi pertama di Sulawesi Selatan. Namun yang lebih penting, Sidrap harus terus bergerak dari capaian menuju peningkatan kualitas, dari program menuju hasil, dan dari kinerja menuju dampak nyata,” katanya.
Dengan penguatan ProSN, pemerintah daerah berharap sinergi antarperangkat daerah semakin meningkat, pelayanan publik semakin berkualitas, dan kesejahteraan masyarakat Sidrap terus membaik. (MDT)

Posting Komentar untuk "Peringkat Pertama ProSN 2025, Sidrap Tunjukkan Sinergi Daerah Mampu Kejar Agenda Nasional"