Tangis Andi Rahim Pecah di Takziah Mantan Bupati Arifin Junaidi: Beliau Betul-betul Orangtua Bagi Saya

8.189 Views

Bupati Lutra, Andi Abdullah Rahim, saat menghadiri takziah Alm Arifin Junaidi. 
MASAMBA- Suasana khidmat malam ketiga takziah wafatnya mantan Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi, berubah menjadi suasana haru dan penuh emosional bagi Andi Abdullah Rahim. 

Bupati Luwu Utara ini tak kuasa menahan air matanya saat memberikan sambutan di kediaman almarhum, Desa Pompaniki, Kecamatan Sabbang, Luwu Utara, Jumat (10/7/2026) malam.

Tangisan Andi Rahim yang pecah di hadapan keluarga dan pelayat membuat suasana seketika jadi hening. Dengan suara bergetar, ia mengenang kembali kedekatannya bersama almarhum.

Ingatan Andi Rahim terlempar pada momen-momen terakhirnya menjenguk Arifin saat sang senior dirawat intensif di ICU RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar, beberapa waktu lalu. 

Momen itulah yang membuat suasana menjadi penuh haru. “Pertemuan terakhir saya dengan almarhum ketika beliau sakit dan dirawat di ICU RS Wahidin Makassar,” ucap Bupati lirih. 

“Begitu saya sebut nama saya, beliau langsung memeluk saya,” sambung Bupati Andi Abdullah Rahim sambil menyeka air matanya yang tiba-tiba tumpah membasahi kedua pipinya.

Ia merasakan kehangatan luar biasa dalam pelukan tersebut, meski kondisi kesehatan mantan bupati itu sudah jauh dari kondisi baik alias kondisi Arifin sudah sangat menurun kala itu.

“Waktu itu, saya tahu beliau sudah dalam kondisi yang tidak stabil. Tetapi di saat itulah saya merasakan bahwa beliau betul-betul orangtua bagi saya,” terang Bupati Andi Rahim lirih.

Sambil terus menahan rasa pilu, ia menceritakan bagaimana ia mencoba menguatkan almarhum di ranjang rumah sakit. Sebuah bisikan sempat ia sampaikan langsung ke telinga almarhum.

“Saya bisikkan ke telinganya, ‘Haji, seluruh masyarakat Lutra mendoakan kita. Banyak orang yang mendoakan kita. Banyak orang yang mendoakan agar kita sehat selalu,’” kenangnya lagi.

Namun, takdir berkata lain. Manusia boleh berencana, tetapi Tuhan memiliki ketetapan terbaik. Di akhir sambutannya, Andi Rahim menyatakan keikhlasannya atas kepergian Arifin Junaidi.

"Allah SWT lebih mencintai almarhum. Dan panggilan terbaik menurut-Nya adalah untuk jiwa-jiwa yang tenang,” ujarnya disambut amin dari warga yang ikut larut dalam kesedihan Bupati.

Acara takziah malam ketiga ini dihadiri beberapa pejabat, tokoh masyarakat, kerabat, dan ratusan warga yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Arifin Junaidi. 

Diketahui, tuan rumah menghadirkan Ust. Bachtiar Nawir untuk mengisi ceramah takziah. Bagi keluarga kehadiran ustaz kondang ini cukup menghibur keluarga yang lagi berduka. (LHR)

Posting Komentar untuk "Tangis Andi Rahim Pecah di Takziah Mantan Bupati Arifin Junaidi: Beliau Betul-betul Orangtua Bagi Saya"