OLEH: Lukman Hamarong
Bukan Mikel Oyarzabal, bukan pula Yamine Lamal, apalagi Mikel Merino. Bintang sesungguhnya saat Spanyol menang meyakinkan, 2-0, atas Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026 adalah Marc Cucurella. Pemain berambut gondrong ini acapkali menjadi pahlawan dan berperan sangat krusial dalam taktik pelatih Luis de la Fuente.
Makanya, ketika saya disuruh memilih, siapa pemain terbaik dalam laga semifinal antara Spanyol vs Prancis yang digelar di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026) dini hari WITA, tanpa ragu saya akan menyebut nama Marc Cucurella sebagai pemain terbaik. Performa Marc Cucurella di laga tadi subuh sungguh luar biasa.
Cucurella dengan sangat meyakinkan mampu memutus aliran bola agar tidak sampai di barisan penyerangan Prancis. Terbukti, Spanyol berhasil menang atas Prancis dengan skor lumayan telak, 2-0. Spanyol pun melangkah gagah ke partai puncak final Piala Dunia 2026. Spanyol akan melawan pemenang antara Argentina vs Inggris.
Di tengah sorot lampu yang mengarah pada Oyarzabal dan Yamine Lamal, nama Cucurella malah sukses memikat panggung semifinal lewat kerja keras dan determinasi tinggi. Dia begitu gigih memutus napas serangan Prancis. Menghadapi barisan depan Prancis yang dikenal eksplosif, bek kiri dengan rambut ikal ikonik ini tampil bak batu karang yang mustahil dilewati.
Sepanjang 90 menit laga semifinal, Prancis mencoba mengeksploitasi lebar lapangan. Namun, setiap kali aliran bola menuju ke sektor kanan penyerangan Les Bleus, mereka selalu membentur dinding dan tembok kokoh bernama Marc Cucurella. Dengan pembacaan posisi yang cermat dan timing tekel yang presisi, ia sukses mengisolasi pergerakan penyerang sayap Prancis.
Yang menarik, Cucurella tidak hanya bertahan. Ia juga mampu mendikte permainan di lapangan. Setiap proses transisi di lapangan yang coba dibangun oleh anak asuh Didier Deschamps berhasil ia patahkan sebelum sempat memasuki area sepertiga akhir pertahanan Spanyol. Determinasi tanpa batas ini adalah ciri khas Cucurella di sepanjang turnamen. Ia menjelma menjadi dinamo yang stabil memberi suntikan tenaga di lini belakang Spanyol.
Determinasi Cucurella adalah energi bagi tim. Ia berlari tanpa lelah, bertarung memperebutkan setiap jengkal tanah, dan memberikan rasa aman bagi rekan-rekan di depannya untuk menyerang dengan leluasa. Mbappe, Dembele, dan Barcola, seperti menemui mesin penjinak. Cucurella tak hanya kuat adu lari, tetapi juga mampu membaca arah permainan.
Kemenangan 2-0 atas Prancis ini bukan sekadar tentang keunggulan taktik menyerang Spanyol, tetapi sebuah pernyataan tegas tentang disiplinnya lini pertahanan. Dan di jantung pertahanan itu, Marc Cucurella telah membuktikan diri sebagai pemain terbaik yang membawa kematangan, mental juara, serta performa apik kelas dunia di momen paling krusial.
Kini, La Furia Roja menatap podium juara. Namun, Spanyol harus tampil dulu di laga final Piala Dunia 2026 sebelum benar-benar merengkuh trofi emas Piala Dunia seperti yang dilakukannya pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Spanyol boleh menang gagah di semifinal, tetapi calon lawannya dipastikan akan belajar dari kekalahan Prancis. Menarik ditunggu. (LHR)

Posting Komentar untuk "Di Balik Kemenangan Mewah Spanyol Atas Prancis, Ada Prajurit Tangguh Bernama Cucurella"