Oleh: Lukman Hamarong
Gegap gempita sepak bola Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada ini ternyata tidak hanya menghipnotis para pencinta sepak bola di tribun stadion, tetapi juga merambah hingga ke ruang-ruang birokrasi di Tana Luwu.
Ada pemandangan unik ketika Kepala Daerah se-Tana Luwu secara terang-terangan menunjukkan “warna” favorit masing-masing. Bukan soal politik pembangunan, kali ini mereka “adu mekanik” memperebutkan pilihan siapa paling perkasa di Piala Dunia kali ini.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, misalnya. Sebelum peluit fase gugur dibunyikan, ia sudah mendeklarasikan diri mendukung Portugal. Melalui sebuah unggahan video pendek yang viral di media sosial, Irwan Bachri Syam percaya diri menjagokan Portugal.
Ia yakin Cristiano Ronaldo dkk bakal mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya. Namun, sayang seribu sayang, mimpi indah Bupati harus kandas lebih cepat setelah langkah Portugal terhenti di perempat final. Biarpun jagoannya gugur, kesetiaan Irwan patut diacungi jempol.
Berbeda dengan Irwan, Bupati Andi Abdullah Rahim punya cara tersendiri untuk mengekspresikan dukungannya. Bupati Luwu Utara ini memilih cara yang lebih kasual dan bugar. Saat memimpin senam di Halaman Kantor Bupati, ia mengenakan jersey Argentina, bernomor punggung 10.
Pilihan Andi Rahim terbukti jitu! Tim Tango Argentina berhasil melaju kencang dan melesat jauh hingga di babak semifinal yang menjadikan sang Bupati sebagai salah satu pemimpin daerah yang senyumnya paling lebar di fase-fase akhir turnamen olahraga terakbar se-jagat raya ini.
Bagaimana di Kabupaten Luwu? Bupati Luwu, Patahudding, baru memperlihatkan dukungannya terhadap Prancis saat turnamen memasuki fase krusial. Dalam acara nonton bareng yang digelar Pemda Luwu, ia terang-terangan menjagokan Prancis saat bersua Spanyol di semifinal.
Namun, Dewi Fortuna rupanya belum berpihak ke Patahudding. Langkah Prancis diredam Spanyol dengan skor meyakinkan, yakni 2-0. Kendati demikian, jagoan Patahudding ini belum sepenuhnya usai karena Les Bleus masih harus bertarung lagi untuk memperebutkan tempat ketiga.
Aksi merakyat ditunjukkan Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin. Pada malam sebelum laga Spanyol vs Prancis, Akhmad Syarifuddin “berburu” kue dan gorengan untuk persiapan nobar. Hal itu terlihat saat ia mengunggah video dirinya lagi membeli di sebuah lapak gorengan.
Menariknya, ia sudah mengenakan jersey kedua Spanyol berwarna putih. Insting sang Wakil Wali Kota terbukti tajam! Spanyol berhasil menekuk Prancis dan melaju ke babak final, yang membuat stok kue dan gorengan malam itu pastinya terasa jauh lebih gurih dan lebih nikmat.
Pertanyaannya, siapa kepala daerah yang akan tertawa bahagia saat final Piala Dunia berakhir? Yang jelas, tersisa 2 kepala daerah yang berpeluang tertawa paling akhir, yaitu Bupati Luwu Utara dan Wakil Wali Kota Palopo, karena jagoan mereka masih melangkah gagah hingga semifinal.
Piala Dunia selalu punya cara tersendiri untuk menyatukan banyak orang, tidak terkecuali para kepala daerah se-Tana Luwu. Di tengah padatnya aktivitas melayani masyarakat, sepak bola selalu hadir sebagai hiburan membumi yang menyatukan masyarakat di tengah perbedaan. Salam sepak bola, salam olahraga, dan salam sportivitas! (LHR)

Posting Komentar untuk "Dari Meja Birokrasi ke Lapangan Hijau: Keseruan Kepala Daerah se-Tana Luwu di PD 2026"