![]() |
| Pelepasan peserta magang ke Jepang. |
Program ini merupakan kolaborasi antara BBPVP Makassar, LPK SHIN Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai mitra.
Pelepasan peserta diawali dengan sambutan dari Perwakilan LPK SHIN Indonesia, Hidayat Syarif, yang mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya pemberangkatan 74 peserta setelah melalui proses seleksi dan pelatihan yang panjang.
Menurutnya, keberangkatan ke Jepang bukan sekadar untuk bekerja, tetapi menjadi kesempatan emas bagi generasi muda untuk belajar, membangun karakter, dan meningkatkan kualitas diri.“Hari ini adalah titik awal perjalanan kalian. Jagalah nama baik keluarga, daerah, dan bangsa Indonesia. Jangan pernah berhenti belajar, jaga kesehatan, serta manfaatkan kesempatan ini untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Hidayat juga menceritakan perjalanan LPK SHIN Indonesia sejak berdiri pada 2017 hingga kini berhasil menjalin kerja sama dengan 11 asosiasi dan sekitar 251 perusahaan di Jepang. Selama kurang lebih sembilan tahun, lembaga tersebut telah memberangkatkan sekitar 1.500 peserta, dengan sekitar 300 orang telah kembali ke Indonesia membawa pengalaman kerja dan keterampilan baru.
Pada kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BBPVP Makassar dan LPK SHIN Indonesia sebagai bentuk penguatan kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi dan penempatan tenaga kerja ke Jepang.
Orientasi pada Penempatan Kerja
Kepala BBPVP Makassar, Nasrum Ilmullah, menegaskan bahwa keberhasilan pelatihan vokasi saat ini tidak lagi diukur dari banyaknya peserta yang dilatih, tetapi dari seberapa banyak lulusan yang benar-benar memperoleh pekerjaan.
“Pelatihan vokasi harus berorientasi pada outcome. Yang paling penting adalah berapa banyak masyarakat yang bekerja, pendapatannya meningkat, dan mampu mengubah kehidupan keluarganya,” ujarnya.
Ia menjelaskan BBPVP Makassar terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan industri, baik nasional maupun internasional, agar pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan pasar kerja.
Selain memiliki 13 kejuruan pelatihan reguler, BBPVP juga menyediakan program Tailor Made Training, yaitu pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik industri.
Nasrum berpesan kepada para peserta agar menjaga disiplin, menaati aturan, menghormati budaya Jepang, serta membawa pulang pengalaman dan budaya kerja yang dapat diterapkan saat kembali ke Indonesia.
Pesan Pemerintah Provinsi Sulsel
Gubernur Sulawesi Selatan diwakili oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Jayadi Nas, S.Sos., M.Si., yang secara resmi melepas keberangkatan peserta.
Dalam arahannya, Jayadi mengingatkan bahwa para peserta merupakan duta daerah sekaligus duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia di luar negeri.
“Kalian bukan hanya mencari penghasilan, tetapi juga menjaga kehormatan keluarga, daerah, dan bangsa. Bangun kepercayaan melalui kejujuran, disiplin, etos kerja, dan integritas,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan keluarga, menghormati budaya setempat tanpa melupakan identitas bangsa, serta tetap menjalankan ibadah selama berada di Jepang.
Menurutnya, keberhasilan peserta akan membuka kepercayaan yang lebih besar dari perusahaan-perusahaan Jepang sehingga peluang kerja bagi generasi berikutnya semakin luas.
Jayadi juga mengapresiasi keterlibatan Bank Sulselbar yang membantu memberikan solusi pembiayaan kepada calon peserta serta mengingatkan masyarakat agar hanya mengikuti jalur penempatan tenaga kerja yang legal.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Jayadi secara resmi melepas keberangkatan 74 peserta program magang ke Jepang.
Usai acara, Jayadi Nas menjelaskan bahwa hingga saat ini sekitar 1.500 peserta telah diberangkatkan ke Jepang melalui LPK SHIN Indonesia selama sembilan tahun terakhir.
Ia menilai pembekalan peserta tidak hanya meliputi keterampilan teknis, tetapi juga bahasa Jepang, budaya kerja, karakter, serta soft skill agar mampu bersaing di dunia kerja internasional.
Sementara itu, Kepala BBPVP Makassar menjelaskan bahwa lembaganya siap bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi masyarakat melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri.
Ia juga menyampaikan bahwa BBPVP membuka program pelatihan gratis, termasuk bagi masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), sebagai upaya meningkatkan kembali kompetensi tenaga kerja.
Di sisi lain, Ketua pembina LPK SHIN Indonesia Timur Alimin mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan lagi permintaan tenaga kerja dari Jepang, melainkan kurangnya informasi yang diterima masyarakat mengenai peluang tersebut.
Menurutnya, peserta menjalani pelatihan sekitar empat bulan, meliputi bahasa Jepang, budaya kerja, pembentukan karakter, hingga persiapan wawancara sebelum diberangkatkan.
Adapun sektor pekerjaan yang tersedia di Jepang meliputi manufaktur, konstruksi, pertanian, peternakan, otomotif, elektronik, serta industri pengolahan makanan dan minuman.
LPK SHIN Indonesia juga memiliki kantor di Tokyo dan Nagoya yang bertugas melakukan pendampingan, pengawasan, serta monitoring terhadap peserta selama menjalani program magang di Jepang.
Melalui program ini diharapkan semakin banyak generasi muda Sulawesi Selatan yang mampu meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja internasional, dan kembali ke Indonesia sebagai sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. (RILIS)

Posting Komentar untuk "74 Pemuda Asal Sulsel Dilepas Magang dan Menimba Ilmu di Jepang"