![]() |
| Program PNM Mengajar di SMKN 11 Luwu. |
PALOPO- Pelajar SMK memiliki posisi yang unik dalam dunia pendidikan. Mereka dipersiapkan untuk lebih cepat mengenal dunia kerja, beradaptasi dengan industri, hingga memiliki keterampilan yang aplikatif. Namun di lapangan, tantangan yang mereka hadapi juga tidak sedikit.
Banyak siswa SMK harus berhadapan dengan cepatnya perubahan kebutuhan industri, perkembangan teknologi, hingga tuntutan untuk memiliki kemampuan di luar keterampilan teknis. Dunia kerja hari ini tidak hanya mencari lulusan yang bisa bekerja, tetapi juga yang mampu berkomunikasi, beradaptasi, berpikir kreatif, dan memiliki semangat belajar yang tinggi.
Di sisi lain, tidak semua siswa memiliki kesempatan untuk mengenal dunia profesional secara langsung. Bagi sebagian siswa, terutama di daerah, akses terhadap wawasan industri, motivasi karier, maupun pengalaman praktis masih cukup terbatas. Akibatnya, ada jarak antara apa yang dipelajari di sekolah dengan gambaran nyata dunia kerja.
Karena itu, kolaborasi antara dunia pendidikan dan perusahaan menjadi semakin penting. Kehadiran program PNM Mengajar yang dilaksanakan PNM di SMK Negeri 11 Luwu, Rabu (20/5/2026) menjadi salah satu bentuk intervensi yang relevan untuk membantu menjembatani kebutuhan tersebut.
Melalui Pekan Nasional Mengajar bertajuk “Berkelana: Belajar Kewirausahaan, Literasi Kesehatan & Dampak Keberlanjutan”, PNM menghadirkan perwakilan terbaiknya untuk berbagi pengalaman, wawasan, dan perspektif kepada para siswa yang juga sebagai rangkaian kegiatan HUT PNM ke-27.
Sebanyak 2.700 siswa/i SMK di seluruh Indonesia telah mendapatkan pencerahan dan pemahaman yang lebih dekat tentang bagaimana dunia entrepreneurship berkembang saat ini. Mulai dari pentingnya pola pikir kewirausahaan di era digital, literasi kesehatan mental, hingga kesadaran terhadap isu keberlanjutan.
Kepala SMK Negeri 11 Luwu, Jumail, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya program PNM Mengajar yang memberikan manfaat nyata bagi para siswa dalam menambah wawasan serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan perusahaan seperti yang dilakukan PNM menjadi langkah positif dalam mendukung pengembangan kemampuan siswa. Khususnya siswa SMK yang dipersiapkan untuk lebih dekat dengan dunia kerja maupun dunia usaha.
"Program seperti ini sangat berguna bagi siswa karena memberikan banyak nilai edukasi yang penting untuk bekal mereka ke depan. Bukan hanya mengenai kewirausahaan, tetapi juga membangun pola pikir, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memberikan pemahaman tentang kesiapan mental wirausaha. Kami sangat mengapresiasi kepedulian PNM yang telah menghadirkan pengalaman belajar yang bermanfaat dan inspiratif bagi anak-anak didik kami," ujar Jumail.
Pada akhirnya, tantangan siswa SMK hari ini bukan hanya soal mencari pekerjaan, tetapi bagaimana mempersiapkan diri untuk terus berkembang di tengah perubahan zaman. Dan di situlah kolaborasi antara sekolah dan dunia usaha memiliki peran yang semakin strategis. (**)

Posting Komentar untuk "PNM Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia Lewat PNM Mengajar"