Mencari Aset yang Hilang di Neraca PAM-TM: Taruhan Profesionalisme Calon Direksi Andi Megawati

8.189 Views

 

PALOPO– Di tengah proses seleksi krusial jajaran direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mangkaluku (TM) periode 2026–2031, sebuah anomali akuntansi menyeruak ke publik. Perusahaan yang membanggakan status bebas utang ini kini menghadapi sorotan tajam terkait transparansi manajemen asetnya. Nama Andi Megawati, S.E., M.Ak., yang kini melenggang di bursa lima besar calon direksi, menjadi tumpuan sekaligus sasaran kritik atas kondisi tersebut.

Sebagai Manajer Keuangan internal sekaligus Ketua Koperasi PAM-TM, posisi Megawati menjadi sangat sentral. Publik kini mempertanyakan bagaimana sebuah badan usaha milik daerah (BUMD) yang diklaim sehat secara finansial justru mengalami stagnasi investasi bertahun-tahun, di tengah adanya aset-aset produktif yang diduga "gaib" dalam pembukuan resmi.

Sorotan utama tertuju pada Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Batu Papan dll. Beberapa infrastruktur ini telah lama beroperasi dan secara nyata menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Namun, data yang dihimpun menunjukkan bahwa nilai aset tersebut belum dibukukan atau dideporsikan ke dalam neraca perusahaan secara akuntabel.

Ketiadaan pencatatan aset yang berfungsi ini bukan sekadar urusan administratif. Secara akuntansi, hal ini berarti laporan keuangan yang disajikan selama ini tidak mencerminkan nilai penyusutan yang sebenarnya, sehingga berpotensi mengaburkan potret laba-rugi perusahaan. Pertanyaannya, mampukah Andi Megawati yang berlatar belakang Magister Akuntansi membereskan "lubang" administratif ini jika terpilih nanti?

Kondisi Perumda TM saat ini merupakan sebuah kontradiksi. Di saat banyak BUMD lain berjuang melunasi kewajiban, PAM-TM justru berdiri tegak tanpa utang. Namun, kebanggaan itu terasa hambar karena tidak dibarengi dengan keberanian melakukan ekspansi. Ketiadaan investasi baru menyebabkan cakupan layanan air bersih di Palopo tidak mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa periode terakhir.

Stagnasi ini menimbulkan persepsi bahwa manajemen terlalu bermain aman atau terjebak dalam pola tata kelola konservatif. Sebagai Ketua Koperasi karyawan, Megawati juga memikul beban moral untuk memastikan bahwa efisiensi perusahaan tidak mengorbankan pengembangan infrastruktur jangka panjang yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Berdasarkan hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang dirilis April 2026, Megawati berada di posisi kelima dengan skor 7,81. Meski secara peringkat ia berada di bawah kandidat lain, statusnya sebagai satu-satunya perempuan dan orang dalam (internal) keuangan memberikan harapan sekaligus keraguan.

Hasil akhir yang akan diputuskan oleh Wali Kota Palopo selaku Kuasa Pemilik Modal pada 30 April mendatang akan menjadi jawaban. Apakah pemerintah kota akan memilih keberlanjutan status quo, atau mempercayakan kemudi kepada Megawati untuk melakukan audit total, membukukan aset yang "hilang", dan memecah kebuntuan investasi yang selama ini menyandera potensi Perumda Tirta Mangkaluku.

Di tangan direksi baru nanti, transparansi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan syarat mutlak agar air yang mengalir ke rumah warga benar-benar bersumber dari manajemen yang bersih dan akuntabel. (**)

Posting Komentar untuk "Mencari Aset yang Hilang di Neraca PAM-TM: Taruhan Profesionalisme Calon Direksi Andi Megawati"