OLEH: Lukman Hamarong
Pasca-menjalani masa kerja fleksibel melalui skema Work From Anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja usai libur Idulfitri 1447 H, seluruh jajaran ASN lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara kembali akan berkumpul dalam bingkai silaturahmi melalui hajatan Halalbihalal pada Kamis, 2 April 2026, yang dirangkaikan dengan Apel Akbar di Lapangan Upacara Kantor Bupati.
Halalbilahal ini bukan sekadar kegiatan seremonial semata, tetapi juga sebagai momentum emas untuk mencairkan segala kebekuan, merajut yang terurai, mendekatkan yang berjarak, dan saling memaafkan atas segala hal yang acapkali menciptakan jurang perbedaan dan menyisakan residu emosional antarpegawai. Halalbihalal nanti akan menjadi obat untuk menyembuhkan semuanya.
Di situlah letak kekuatan Halalbihalal yang kehadirannya adalah penyempurna ibadah kita di bulan Ramadan. Halalbihalal menghadirkan kebersamaan tanpa sekat. Merangkai harapan yang sempat terkikis akibat perbedaan memaknai kehidupan yang penuh dinamika. Sehingga semua bersatu menjadikan Halalbihalal sebagai bahan bakar untuk terus bergerak membangun daerah.
Sebagai tradisi unik khas umat muslim Indonesia, momentum Halalbihalal harus dijadikan sebagai wahanah untuk memperkuat persatuan, mencairkan hubungan yang renggang, dan memperkuat integrasi sosial antarsesama pegawai. Halalbihalal nanti dipastikan akan dipadati oleh ribuan ASN lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara (PNS, PPPK Penuh Waktu, PPPK Paruh Waktu).
Semua bersatu tanpa sekat dalam bingkai kebersamaan. Tak ada kebencian, apalagi kekecewaan. Tidak ada pula iri dan dengki, apalagi sakit hati. Malah yang ada hanyalah bahagia dan gembira, yang menyatu dalam suasana penuh kehangatan dan keakraban. Jangan heran juga, jika esok kita akan dipertontonkan sebuah atraksi saling memaafkan dan saling menghalalkan satu sama lain.
Halalbihalal nanti bukan sekadar arena selebrasi saling memaafkan, melainkan sebuah panggung, di mana ego diturunkan dan empati dikedepankan. Stigma bahwa kata “maaf” di hari raya Idulfitri lahir hanya karena tradisi, bukan karena kesadaran, harus segera dihilangkan. Karena Halalbihalal adalah sebuah proses rekonsiliasi hati. Di mana semuanya sudah menghalalkan satu sama lain.
Satu saja hati yang masih menyisakan noktah hitam di hadapan sesama manusia, maka jangan harap kita mendapat kemenangan paripurna. Halalbihalal harus menjadi jembatan penghubung antara kesucian spiritual dan keharmonisan sosial. Mengingat Halalbihalal adalah pintu gerbang rekonsiliasi tanpa batas yang diharap menjadi sarana saling menguatkan satu sama lain. (****)

Posting Komentar untuk "Halalbihalal Pemda Luwu Utara: Menenun Benang Silaturahmi yang Sempat Terurai"