Antara Dividen dan Kualitas, Tantangan Besar Menanti Direksi Baru Perumda-TM

8.189 Views

 

PALOPO- Perjalanan Perusahaan Umum Daerah Tirta Mangkaluku (Perumda-TM) Kota Palopo dalam satu dekade terakhir menunjukkan transformasi finansial yang signifikan. Namun, kenaikan kontribusi dividen ke kas daerah belum sepenuhnya diikuti stabilitas pelayanan. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah utama bagi jajaran direksi periode 2026–2031 yang kini tengah dalam proses seleksi.

Dinamika perusahaan tercermin dari perbandingan dua era kepemimpinan terakhir. Pada periode 2017–2021 di bawah H. Yasir, Perumda TM fokus pada penyehatan struktur keuangan dan penyediaan aset dasar. Prestasi paling fenomenal pada masa ini adalah keberhasilan perusahaan melunasi seluruh utang kepada pemerintah pusat, menjadikannya satu dari 14 PDAM di Indonesia yang berstatus bebas utang (debt-free).

Di sisi infrastruktur, era Yasir menuntaskan pembangunan 1 unit Intake dan IPAM 5 Batupapan berkapasitas 50 liter per detik, menggenapkan fasilitas menjadi 5 unit Intake dan 5 unit IPAM. Pada akhir masa jabatannya, Yasir mewariskan jaringan pipa distribusi sepanjang kurang lebih 540 kilometer dengan total 41.000 sambungan langganan (SL) yang telah terdigitalisasi melalui sistem loket MPP.

Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Ir. M. Tawakkal untuk periode 2021–2026. Di bawah arahannya, Perumda TM mengakselerasi setoran dividen secara drastis, dari Rp 706 juta pada 2021 hingga mencapai Rp 2,25 miliar pada 2025. Perusahaan juga konsisten mempertahankan predikat BUMD air minum terbaik di Sulawesi Selatan dengan skor kinerja BPKP mencapai 4,04 pada 2025.

Namun, pertumbuhan ekonomi perusahaan ini berbanding terbalik dengan kondisi fisik jaringan. Keluhan pelanggan meningkat tajam akibat beban pada pipa distribusi yang menua. Untuk mengantisipasi hal tersebut, era Tawakkal memprogramkan peremajaan jaringan pipa sepanjang 3,5 kilometer dan menambah jumlah pelanggan hingga berada di kisaran 43.000–45.000 SL, yang menempatkan Perumda TM dalam kategori BUMD Air Minum nasional dengan pelanggan 20.001-50.000 SL.

Ketidakpuasan publik memuncak pada Maret 2025 ketika organisasi mahasiswa LMND Palopo mendesak perombakan direksi. Mereka menilai manajemen terlalu fokus pada angka laba sehingga mengabaikan perawatan teknis yang menyebabkan air sering keruh. DPRD Kota Palopo pun menekankan agar manajemen ke depan menjamin hak warga atas ketersediaan air bersih yang kontinu.

Luasnya cakupan layanan yang menjangkau hingga 85 persen wilayah Kota Palopo melalui lima IPAM tersebut kini menghadapi tantangan serius pada sistem distribusi. Dengan total panjang pipa mencapai 545 kilometer, sebagian besar jaringan utama masih mengandalkan instalasi lama yang rentan terhadap tekanan tinggi dan sedimentasi.

Rencana peremajaan pipa sepanjang 3,5 kilometer dan pembangunan dua reservoir baru pada 2026 menjadi krusial, terutama bagi wilayah hilir seperti Wara Timur dan pesisir. Di kawasan ini, pelanggan paling sering terdampak tekanan air rendah akibat kebocoran di jalur transmisi utama.

Langkah teknis ini diharapkan tidak hanya menekan angka kehilangan air (non-revenue water), tetapi juga mengakhiri ironi kualitas layanan di tengah capaian laba yang terus meningkat. Keberhasilan eksekusi proyek ini akan menjadi pembuktian pertama bagi direksi terpilih untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap stabilitas air bersih di Kota Palopo.

Saat ini, proses seleksi direksi periode 2026–2031 sedang berlangsung dengan 12 pelamar, termasuk H. Yasir yang kembali mencalonkan diri. Nakhoda baru nantinya dituntut mampu menjaga keseimbangan antara performa bisnis yang dipacu era Tawakkal dan ketahanan infrastruktur pipa yang menjadi fondasi di era Yasir. (MUBARAK DJABAL TIRA) 

Perbandingan Operasional & Infrastruktur:

Indikator 
Era H. Yasir (2017-2021) 
Era M. Tawakkal (2021-2026) 

Era Yasir Infrastruktur Utama 5 Intake & 5 IPAM (Selesai IPAM 5) 
Era Tawakkal Perencanaan 2 Reservoir Baru Tawakkal 
Era Yasir Panjang Pipa  ± 540 Km (Wariskan dasar jaringan) | ± 545 Km 
Era Tawakkal baru direncanakan (+ Peremajaan 3,5 Km)
Era Yasir Jumlah Pelanggan ± 41.000 SL
Era Tawakkal± 43.000 - 45.000 SL
Status Utang 
Era Yasir Lunas (Bebas Utang) 
Era Tawakkal (Hanya Biaya Operasional) 
Setoran Dividen  
Era Yasir Fokus Penyehatan & Inovasi  
Era Tawakkal setor deviden Rp 2,25 Miliar (Tahun 2025)

Posting Komentar untuk "Antara Dividen dan Kualitas, Tantangan Besar Menanti Direksi Baru Perumda-TM"