Calon Pedagang Pasar Rakyat Malili Kecewa tak Kebagian Tempat Berjualan

8.189 Views
Pasar
PEMANFAATAN Pusat Niaga Malili/Pasar Rakyat dikeluhkan sebagian warga Puncak Indah.
AKSELERASI- Sebulan pasca diresmikan, Pasar Rakyat atau Pusat Niaga Malili yang terletak di Jln Sukarno Hatta, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, diprotes sebagian calon pedagang.

Pasalnya, beberapa warga Malili yang ingin membuka usaha berjualan di Pasar Rakyat, tak kebagian tempat lods/kios maupun lapak di bangunan milik pemerintah itu.

Roni, salah satu warga Puncak Indah menyesalkan, pihak terkait kurang memprioritaskan warga setempat dalam pembagian lodz/kios, dan lapak di kawasan Pasar Rakyat Malili.

"Justru, saya melihat warga dari luar yang kebanyakan menghuni Pusat Niaga Malili. Padahal, kami warga di sini ingin juga berjualan," terang Roni.

Hal senada disampaikan Napoli, warga Puncak Indah lainnya. Dengan nada kecewa, ia menyesalkan kebijakan pengelola Pusat Niaga Malili/Pasar Rakyat yang kurang melakukan sosialisasi terkait pemanfaatan lahan untuk pedagang.

"Termasuk pemerintah desa kurang pro aktif mensosialisasikan pemanfaatan Pusat Niaga Malili/Pasar Rakyat ini," cetusnya.

Terkait keluhan warga, Kadis Koperindag Lutim, Dra Rosmiati Alwy MM, menampik jika pembagian lodz/kios maupun lapak di Pusat Niaga Malili/Pasar Rakyat dilakukan secara tebang pilih. Ia menegaskan, pembagian lodz/kios/lapak sudah sesuai prosedur aturan. Pedagang yang ditempatkan di sana, tukasnya telah diseleksi dan melalui pendaftaran secara resmi. Awalnya 500 orang dan setelah melalui penyaringan tersisa 280 pedagang yang dianggap memenuhi syarat.

"Kita sudah sampaikan kepada warga yang tak kebagian tempat jualan agar kiranya bersabar. Ke depan, apabila ada penambahan lahan mereka kita beri prioritas utama," timpal Rosmiati Alwi. (SUL)

Posting Komentar untuk "Calon Pedagang Pasar Rakyat Malili Kecewa tak Kebagian Tempat Berjualan"