![]() |
| Camat Walenrang Timur, Yusuf Parante SH. |
Tudang sipulung atau yang lazimnya disebut urun rembuk antar petani untuk membahas pola bercocok tanam, diikuti warga yang berasal dari delapan desa se Walenrang Timur, termasuk para petugas penyuluh pertanian (PPL, red), beserta beberapa kepala desa (kades) setempat.
Camat Walenrang Timur, Yusuf Parante SH, kepada Koran Akselerasi menyebut acara tudang sipulung ini rutin digelar petani di daerahnya setiap mengawali pelaksanaan turun ke sawah dalam rangka melakukan penanaman bibit padi.
Dalam pertemuan itu, petani mengeluhkan minimnya suplay air irigasi untuk mengairi sawah yang dikelola warga.
Selain kebutuhan air, pasokan pupuk di tingkat petani ikut mengalami kelangkaan. Warga berharap, pemerintah dapat mencari solusi mengatasi kedua masalah urgen tersebut.
Terkait keluhan petani itu, Camat Walenrang Timur, Yusuf Parante, berjanji akan membahas persoalan tersebut bersama instansi yang berwenang.
"Kita siap menyikapi apa yang menjadi keluhan petani, sehingga hasil panen musim tanam 2017/2018 lebih berkualitas dari panen sebelumnya," tutur Yusuf Parante. (SYARIF TAHIER)

Posting Komentar untuk "Tudang Sipulung di Waltim, Petani Keluhkan Minimnya Air dan Kelangkaan Pupuk"