![]() |
| Pembangunan jembatan Bailey di Seko. |
LUWU UTARA— Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Wilayah I Palopo Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi mempercepat pembangunan Jembatan Bailey di atas Sungai Sae, Desa Embonatana, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi musim hujan yang berpotensi menghambat mobilisasi material di jalur ekstrem tersebut.
Proyek infrastruktur strategis ini berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, tepatnya pada ruas jalan Sae–Batas Provinsi Sulawesi Barat (KM 541+000 atau STA 111+680 dari titik Jalan Nasional pertigaan Tugu Durian, Kecamatan Sabbang). Keberadaan jembatan sangat vital karena menjadi penghubung utama sejumlah desa terisolasi di Kecamatan Seko menuju perbatasan Sulawesi Barat.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) UPTD Wilayah I Palopo Dinas Bina Marga, Muhammad Said, menjelaskan bahwa bentang Sungai Sae sepanjang 28 meter. Namun, demi memastikan kekuatan struktural, jembatan bailey yang dipasang dirancang sepanjang 36 meter dan terbagi dalam 12 segmen modular.
“Jembatan bailey ini menggunakan sistem rangka baja modular berbentuk panel yang dirakit dengan sistem pin dan komponen pengikat. Struktur ini sangat andal untuk melayani lalu lintas kendaraan logistik maupun mobilitas harian warga antardesa hingga ke batas provinsi,” ujar Muhammad Said saat memberikan keterangan teknis di lapangan.
Tantangan terbesar proyek ini adalah medan menuju wilayah Seko yang ekstrem dan rawan longsor. Untuk mengatasinya, UPTD Wilayah I Palopo menerapkan sistem mobilisasi material secara bertahap dari ruas Sabbang–Tallang. Distribusi komponen baja dipercepat siang dan malam agar terhindar dari puncak musim hujan yang dapat memutus akses jalan.
Guna memaksimalkan pengerjaan di tengah keterbatasan jalur, pihak dinas mengerahkan sejumlah alat berat, di antaranya dua unit dump truk, satu unit ekskavator PC 200, dua unit pikap, serta satu unit mobile crane yang diperbantukan khusus dari UPTD Workshop dan Peralatan Makassar. Keterlibatan tenaga teknis internal juga mendapat dukungan penuh secara swadaya dari masyarakat di sekitar bantaran sungai.
Hingga pertengahan September, progres fisik di lapangan telah memasuki tahap krusial, yakni perakitan dan penyambungan antarpanel dari segmen ke segmen. Sebanyak empat segmen rangka baja sudah terpasang kokoh di atas dudukan jembatan.
“Insya Allah, jika tidak ada kendala cuaca ekstrem atau hambatan teknis lainnya, kami optimistis jembatan ini sudah dapat berfungsi penuh pada Oktober mendatang,” kata Muhammad Said.
Harapan serupa juga disampaikan warga setempat yang selama ini menggantungkan urat nadi perekonomian mereka pada jalur darat tersebut. "Kami sangat berharap pembangunan jembatan ini segera diselesaikan agar bisa dimanfaatkan masyarakat. Selama ini akses kami sangat terbatas, terutama saat musim hujan. Kalau jembatan sudah berfungsi, mobilitas warga dan pengiriman barang pasti jauh lebih mudah," ujar Sumardi, seorang pengojek wilayah Seko, saat ditemui di sekitar lokasi proyek.
Kehadiran jembatan ini diharapkan segera mengakhiri isolasi geografis yang selama ini membebani warga di pegunungan Luwu Utara. (MDT)

Posting Komentar untuk "Pembangunan Jembatan Bailey Sungai Sae di Seko Dikebut, Ditargetkan Berfungsi Bulan Depan "