OLEH: Lukman Hamarong
Birokrasi pemerintahan, baik pusat maupun daerah selalu diisi ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN), namun hanya segelintir yang jalurnya melintasi seluruh jabatan strategis penentu kebijakan. Muhammad Kasrum adalah salah satu dari sedikit orang terpilih itu.
Penunjukan dirinya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Perekonomian dan Pembangunan alias Asisten II oleh Bupati Luwu Utara melalui SK Nomor 821.22/81/BKPSDM/2026 yang berlaku sejak 1 September 2026, bukanlah sekadar rotasi penunjukan jabatan biasa.
Penunjukan tersebut sekaligus menggenapkan rekam jejak birokrasinya menjadi sebuah prestasi yang langka, yakni “menguasai” tiga jabatan sebagai asisten sekretariat daerah (setda) selama karir birokrasinya di Pemerintahan Daerah Kabupaten Luwu Utara.
Asisten memiliki peran krusial sebagai simpul koordinasi lintas sektor, sebagai jembatan birokrasi dan motor penggerak koordinasi antara sekda dan perangkat daerah. Tanpanya, pemerintahan akan mengalami hambatan dalam penyusunan kebijakan, pengawasan, dan pelayanan publik.
Inilah kemudian yang menjadi pertimbangan pimpinan kenapa dirinya menjadi pilihan pada posisi asisten. Sepanjang kariernya, birokrat yang saat ini menjabat Kepala Disdukcapil ini mencatatkan rekam jejak yang melintasi berbagai kepemimpinan kepala daerah.
Konsistensi, integritas, loyalitas, dan dedikasinya membuat ia selalu dipercaya memegang kendali di berbagai era pemerintahan, terkhusus jabatan asisten setda. Ia dikenal memiliki kemampuan mumpuni dalam mengatasi ego sektoral atau sinkronisasi antarlembaga.
Tak hanya itu, Kasrum juga dikenal memiliki ketelitian dalam hal pelayanan administratif internal yang cepat, tepat, akurat, dan presisi. Ia pun selalu memastikan lalu lintas persuratan, dokumen dinas, dan disposisi pimpinan dapat diproses dengan cepat dan rapi sesuai tata naskah dinas.
Kehadiran Muhammad Kasrum pada jabatan asisten setda, baik sebagai asisten I, II, dan III, pada masing-masing era Bupati berbeda tentu memberikan kepastian untuk memangkas birokrasi yang berbelit-belit, sehingga pelayanan publik tidak tersendat oleh masalah administrasi.
Diketahui, Muhammad Kasrum merupakan sosok yang pernah menjabat sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah dalam upaya untuk mengawal fondasi tata kelola pemerintahan dan kesejahteraan rakyat di era kepemimpinan Bupati Luthfi Andi Mutty.
Ia juga penah dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Asisten III Bidang Administrasi Umum di era kepemimpinan Bupati Indah Putri Indriani dalam upaya untuk memastikan administrasi internal pemerintahan daerah berjalan dengan tertib, maksimal, dan optimal.
Jabatan asisten setda terasa lebih lengkap dan sempurna tatkala dirinya kembali ditunjuk Bupati Andi Abdullah Rahim untuk mengemban amanah sebagai Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan untuk menggerakkan sektor-sektor riil ekonomi dan pembangunan daerah.
Menjabat pada satu posisi asisten saja membutuhkan kompetensi yang tinggi, tetapi merasakan kursi Asisten I, II, dan sekaligus III merupakan sebuah pencapaian luar biasa yang menempatkan Muhammad Kasrum pada kategori “pejabat istimewa” di lingkup birokrasi Luwu Utara.
Di tengah dinamika pemerintahan yang terus berubah, portofolio lengkap ini menjadi bukti nyata bahwa profesionalisme dan rekam jejak kerja yang mumpuni akan selalu menemukan jalan untuk diandalkan lintas rezim penguasa layanan dan lintas kepemimpinan. Selamat, Pak! (LHR)

Posting Komentar untuk "Muhammad Kasrum: “Penguasa” Tiga Jabatan Asisten Sekretariat Daerah di Lutra"