OLEH: Lukman Hamarong
Arief Rasyid Palallo atau lebih akrab ditulis oleh berbagai naskah dinas pemerintahan dan media massa sebagai Arief R. Palallo merupakan seorang birokrat tulen yang sudah mengecap berbagai pengalaman birokrasi di dua entitas pemerintahan berbeda di Indonesia.
Arief R. Palallo mengawali karier birokrasinya di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat, tepatnya di Bappeda 1997–2000. Tiga tahun kemudian, ia melanjutkan pengabdiannya di Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Luwu Utara pada 2000.
Sejak 2000-2004, Arief R. Palallo menjadi bagian dari keluarga besar Bappeda Kabupaten Luwu Utara pada masa kepemimpinan Bupati Muchtar Luthfi A. Mutty. Dari sinilah perjalanan panjang birokrasinya bersama Pemda Kabupaten Luwu Utara dimulai hingga kini.
Penempatan Arief di awal perjalanan sebagai ASN Bappeda Luwu Utara punya alasan kuat. Arief dikenal sebagai perencana pembangunan yang ulung. Ia berprinsip, membangun daerah bukan hanya tentang membangun jalan, gedung, dan infrastruktur lainnya. Namun, membangun daerah membutuhkan data, informasi, perencanaan, termasuk keberanian melihat masa depan.
Mungkin tak banyak yang menyangka bahwa pengalaman masa lalulah yang membentuk karakter pengabdiannya hingga mengantarkannya pada pengujung karier birokrasi yang akan purna pada 1 Oktober 2026. Fondasi kuat yang ia bangun menyempurnakan dedikasi dan pengabdiannya.
Arief R. Palallo mulai mendapatkan kepercayaan dari Bupati Luthfi Andi Mutty untuk menduduki jabatan eselon tiga pada periode 2004–2008 sebagai Kepala Kantor Pengolahan Data Elektronik (PDE). Di mana ia memegang peranan penting dalam meletakkan fondasi awal sistem digitalisasi dan transparansi administrasi pemerintahan daerah.
Jauh sebelum internet menjadi bagian krusial dari kehidupan sehari-hari. Jauh sebelum gawai mendunia, dan media sosial menjadi instrumen komunikasi pemerintahan, Arief telah melangkah lebih maju. Pada masa itu, ia sudah menggagas konsep bank data, jaringan data antarkecamatan hingga kabupaten, serta komunikasi pemerintahan berbasis VOIP.
VOIP atau Voice Over Internet Protocol merupakan sistem pemanfaatan teknologi telekomunikasi yang mendukung komunikasi antarkantor pemerintahan. Hal yang kini terasa biasa ini, pada masa tersebut merupakan sebuah lompatan teknologi yang begitu besar.
Arief R. Palallo selalu melihat sesuatu yang belum menjadi kebutuhan umum. Ia membayangkan sebuah pemerintahan yang terhubung dengan data dan teknologi. Ia bekerja untuk masa depan, ketika sebagian besar orang mungkin masih bekerja dengan cara-cara konvensional.
Kemudian datanglah fase yang lebih menantang di 2008–2012. Di mana Arief R. Palallo dipercaya menjadi pejabat eselon dua sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Kebudayaan dan Pariwisata. Sebuah lompatan besar yang menjadi salah satu langkah bersejarah Arief.
Pada masa menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Kebudayaan dan Pariwisata, kepemimpinan daerah berlangsung dalam dua fase atau periode kepemimpinan, yaitu era Bupati Luthfi A. Mutty hingga 2008 - 2010 dan era Bupati Arifin Djunaidi mulai 2010 - 2012.
Salah satu catatan paling penting dari masa tersebut adalah penerapan tender atau pengadaan barang dan jasa secara elektronik (e-procurement), yang menjadi salah satu pelaksanaan awal, sekaligus pionir di Provinsi Sulawesi Selatan, termasuk kawasan Indonesia Timur.
Catatan sejarah ini mengukuhkan Luwu Utara sebagai entitas yang diperhitungkan, serta Arief sebagai figur yang mampu menembus batas wilayah ke kancah yang lebih luas. Berkat pencapaian tersebut, ia diundang Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) nasional untuk menjadi narasumber e-procurement di berbagai daerah.
Salah satu prestasi individual paling membekas adalah saat Arief R. Palallo diundang LKPP menjadi narasumber e-procurement di Provinsi Papua. Dari daerah paling ujung utara Sulawesi Selatan, pengalaman Luwu Utara dibawanya untuk dibagikan kepada daerah lain di Indonesia.
Arief ikut mendorong hadirnya sarana telekomunikasi "Telkomsel Merah Putih" di daerah-daerah terpencil dan tertinggal. Menurutnya, pembangunan tak boleh hanya dirasakan oleh mereka yang tinggal di pusat kota. Masyarakat daerah terpencil juga berhak mendapatkan akses komunikasi. Ia menempatkan teknologi tak hanya sebagai simbol kemajuan, tetapi juga sebagai alat membuka akses dan mengurangi kesenjangan.
Ada satu bagian menarik dari perjalanan seorang Arief R. Palallo. Ia tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga ikut dalam memberikan pengajaran kepada daerah lain. Salah satunya dipercaya sebagai narasumber pada kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat (Latpim) III, dengan materi “Teknologi Informasi Dalam Pemerintahan.”
Pesertanya bukan sembarang peserta. Pesertanya kala itu adalah para pejabat teras di lingkup pemerintahan daerah. Bahkan sebagian dari mereka kemudian melanjutkan perjalanan kariernya dan menjadi pejabat, serta pimpinan birokrasi daerah masing-masing. Sebuah prestasi yang tidak semua pejabat bisa lakukan.
Mungkin saat itu tidak terpikir bahwa materi yang disampaikan di ruang pelatihan akan menjadi bagian dari perjalanan birokrasi banyak orang. Namun, itulah salah satu bentuk pengabdian yang sering tidak tercatat dalam laporan kinerja, yakni menanamkan pengetahuan kepada orang lain.
DARI STAF AHLI HINGGA TERMINAL BUS MASAMBA
Perjalanan birokrasi Arief R. Palallo penuh warna dan dinamika. Pada 2013–2014, ia dipercaya sebagai Staf Ahli Bupati pada masa Bupati Arifin Djunaidi. Saat estafet kepemimpinan berganti dari Arifin Junaidi ke Indah Putri Indriani, ia masih dipercaya sebagai Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi, Informatika pada 2015–2016.
Di sini, pengabdiannya kembali menyentuh pelayanan publik secara langsung. Salah satu catatan penting di masa pengabdiannya ini adalah operasional perdana Terminal Bus Masamba. Ia juga mendorong pengembangan pos retribusi parkir di kawasan Pasar Sabbang.
Dari teknologi informasi, ia kembali bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan mobilitas masyarakat. Karena birokrasi pada akhirnya bukan hanya tentang pangkat dan jabatan, tetapi juga tentang birokrasi adalah sebuah pelayanan publik yang berpusat pada manusia, adaptif terhadap kebutuhan zaman, dan dirasakan manfaatnya secara luas.
Perjalanan birokrasi Arief R. Palallo paling hebat terjadi pada tahun 2016–2024, saat ia kembali dipercaya sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Luwu Utara, masih di bawah kepemimpinan Bupati Indah Putri Indriani. Ini menjadi salah satu fase terpanjang sekaligus paling penting dalam perjalanan kariernya.
Di mana Pemda Kabupaten Luwu Utara berhasil meraih peringkat pertama Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di Sulawesi Selatan sebanyak tiga kali secara konsekutif alias tiga kali berturut-turut. Hattrick juara KIP ini bukan sebuah kebetulan. Hal itu menunjukkan adanya kerja, konsistensi, dan komitmen terhadap pemerintahan yang transparan dan terbuka di mata publik.
Pada masa itu juga dikembangkan inovasi Gerakan Like and Share (GELISHA) oleh para PPID pelaksana dan PPID pembantu, serta memperluas penyebaran informasi pemerintahan melalui kanal-kanal digital atau platform media sosial. Kemudian hadir agenda yang lebih besar, seperti SPBE, Smart City, dan Pembangunan BTS di wilayah-wilayah blank spot.
Pada periode yang sama, Luwu Utara juga mulai memperkuat implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan pengembangan Satu Data Indonesia melalui koordinasi dengan KemenPAN-RB. Dalam waku tidak terlalu lama, Indeks SPBE Luwu Utara 2022 tertinggi di Sulsel, Kategori BAIK, dan Diskominfo Sulsel mengundang Arief sebagai narasumber penerapan SPBE dan beberapa daerah di Sulsel datang berkunjung ke Luwu Utara melakukan studi tiru.
Capaian mentereng tak hanya terjadi pada penerapan SPBE. Pemda Kabupaten Luwu Utara juga sukses menjadi daerah yang dinilai sukses dalam pengembangan konsep Smart City. Sebagai bukti sahih Luwu Utara berhasil lolos mengikuti agenda Smart City yang dikembangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika, dengan hasil evaluasi indikator Smart City 2022 tertingi di Sulsel.
Perjalanan Arief R. Palallo sebagai tokoh sentral di sektor teknologi, komunikasi, dan informasi, menunjukkan konsistensi, mulai bank data, jaringan data, e-Procurement, keterbukaan informasi publik, SPBE, Smart City, hingga konektivitas digital. Teknologi memang berubah, zaman juga ikut berubah, tetapi semangatnya tetap sama, yaitu bagaimana pemerintah bekerja lebih baik, serta masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih prima.
MEMBANGUN TALENTA ASN
Di pengujung pengabdian Bupati Indah Putri Indriani, tepatnya pada tahun 2024, Arief R. Palallo dipercaya sebagai Kepala BKPSDM. Bahkan di awal pengabdian Bupati baru, Andi Abdullah Rahim, tepatnya pada 2025-2026, Arief R. Palallo masih tetap dipercaya memimpin BKPSDM Luwu Utara.
Di BKPSDM, tantangannya tentu jauh berbeda. Bukan lagi sekadar membangun jaringan teknologi digital. Bukan lagi sekadar membangun sebuah sistem digital, tetapi membangun manusia yang menjalankan pemerintahan. Salah satu agenda paling strategis yang terus dikawal saat menjabat Kepala BKPSDM adalah penerapan Manajemen Talenta ASN yang dikembangkan BKN.
Tak hanya penerapan manajemen talenta ASN, pada periode ini pula, Arief R. Palallo melakukan penyelesaian dan penataan tenaga honorer menjadi PPPK penuh waktu dan PPPK paruh waktu. Hal ini dilakukan sebagai upaya menyelesaikan masalah tenaga honorer secara lebih jelas sesuai amanat perundang-undangan, dan meningkatkan profesionalisme, efisiensi, dan kepastian status hukum bagi aparatur pemerintah daerah.
Ada sebuah pesan penting dari perjalanan Arief R. Palallo. Bahwa teknologi secanggih apa pun tidak akan berarti tanpa manusia yang memiliki kompetensi, integritas, serta kinerja. Bertahun-tahun berbicara tentang teknologi, pada akhirnya Arief R. Palallo sampai pada satu titik penting, yaitu transformasi pemerintahan pada akhirnya adalah transformasi manusia.
MENUTUP KARIER DENGAN MEMBUKA PELUANG KERJA KE JEPANG
Di pengujung masa pengabdiannya di tahun 2026, Arief R. Palallo dipercaya menjadi Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Luwu Utara di bawah kepemimpinan Bupati Andi Abdullah Rahim. Ini menjadi jabatan terakhirnya sebagai ASN.
Menjelang masa purna tugasnya sebagai ASN, Arief mendapat kepercayaan untuk mengemban amanah baru sebagai Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker). Penugasan di bawah kepemimpinan Bupati Andi Abdullah Rahim ini sekaligus menjadi lembaran bab penutup, sekaligus dedikasi terakhir, dalam perjalanan karier birokrasinya.
Namun, seperti perjalanan sebelumnya, Arief R. Palallo tetap meninggalkan banyak catatan yang positif sebagai birokrat yang selalu meninggalkan legacy mentereng. Salah satunya adalah melalui fasilitasi pelatihan dan pembekalan pekerja migran asal Luwu Utara yang akan bekerja ke Jepang, bekerja sama dengan LPK Nippon Maru.
Perjalanan birokrasi Arief Palallo sungguh unik, menarik, dan pastinya penuh warna dan dinamika. Ia mengawali perjalanan birokrasinya dengan berbicara mengenai data, teknologi dan informasi, serta mengakhirinya dengan berbicara mengenai manusia, kompetensi, dan kesempatan. (LHR)

Posting Komentar untuk "Jejak Birokrasi Arief R Palallo di Lutra: 3 Dekade Mengabdi, Menanam Teknologi, dan Membangun Manusia"