PT MDA Perkuat Kesiapsiagaan Warga Rante Balla Hadapi Kondisi Darurat Pascabencana

8.189 Views

Simulasi penanganan kondisi darurat yang digelar PT MDA di Desa Rante Balla. 
LATIMOJONG- Pengetahuan masyarakat menghadapi situasi darurat pascabencana semakin diperkuat PT Masmindo Dwi Area (MDA), lewat program Jaga Keselamatan Desa melalui pengembangan kapasitas Desa Tangguh Bencana (DESTANA), PT MDA sukses menggelar pelatihan kesiapsiagaan penanganan kondisi darurat kepada warga Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu.

Bersama Pusat Studi Pemetaan dan Bencana (PUSPENA) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP), PMI, Pusat Peneliti Kebencanaan UNHAS, Emergency Response Team (ERT) MDA, beserta Dinas Sosial dan BPBD Luwu, pihak PT MDA melatih warga Rante Balla mengelola dapur umum, sehingga diharapkan dapat tercipta kesiapsiagaan yang terkoordinir di tingkat desa. 

Pada materi simulasi, warga tak hanya mendapat pemahaman fungsi dapur umum saja, tetapi juga terlibat langsung tahapan penanganannya, mulai dari pembagian peran dan koordinasi personel, pengelolaan bahan pangan, proses pengolahan, sampai soal distribusi makanan kepada warga yang terdampak.

Sekretaris Dinas Sosial Luwu, Drs Rusdin MSi, mengatakan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat menjadi bagian penting dari ketangguhan sebuah desa ketika menghadapi bencana.

"Ketangguhan desa tidak hanya diukur dari kemampuan masyarakat menyelamatkan 
diri dari ancaman bencana, tetapi juga dari kemampuannya memastikan tidak ada 
warga yang kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar setelah bencana terjadi. 
Dapur umum adalah salah satu bentuk nyata dari kesadaran sosial tersebut ketika 
keselamatan tidak lagi dimaknai sebagai keselamatan diri sendiri, tetapi sebagai 
tanggung jawab untuk memastikan keselamatan dan keberlangsungan hidup 
bersama,” papar Rusdin. 

Ia melanjutkan, keterlibatan pemerintah, masyarakat, lembaga kemanusiaan, dan 
perusahaan dalam simulasi juga penting untuk membangun koordinasi sejak dan sebelum kondisi darurat terjadi. Dengan demikian, masing-masing pihak telah 
memahami peran yang perlu dijalankan ketika menghadapi situasi bencana. 

Ketua PUSPENA UNCP, Dr Ichwan Muis, menilai kesiapsiagaan masyarakat tidak cukup dibangun melalui pengetahuan teknis mengenai kebencanaan. Kemampuan warga mengenali risiko, mengorganisasikan diri, dan memanfaatkan sumber daya yang 
tersedia di desa menjadi bagian penting agar masyarakat dapat mengambil peran 
ketika kondisi darurat terjadi.  

"Desa Tangguh Bencana dibentuk untuk mengenali risiko, mengorganisasikan masyarakat, dan menciptakan kesadaran sosial untuk menjaga keselamatan desa,” ujar Ichwan.

Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA, Mustafa Ibrahim, menambahkan, penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dari Program Jaga Keselamatan Desa. Kesiapsiagaan tidak cukup hanya dengan mengetahui apa yang harus 
dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu 
mengorganisasikan diri dan memenuhi kebutuhan dasar pada kondisi darurat.

“Kesiapsiagaan harus dibangun sebelum kondisi darurat terjadi. Melalui latihan seperti ini, masyarakat tidak hanya memahami perannya, tetapi juga memiliki pengalaman untuk bekerja bersama, mengelola sumber daya yang tersedia, dan merespons situasi secara lebih terorganisir. Inilah yang ingin terus kami kuatkan melalui Jaga Keselamatan Desa,” ujar Mustafa. 

Simulasi dapur umum di Rante Balla melengkapi rangkaian penguatan DESTANA yang dijalankan MDA bersama PUSPENA dan para pemangku kepentingan terkait. Melalui program ini, kapasitas yang dibangun diharapkan semakin melekat di tingkat desa dan dapat digunakan masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat. (TOM)

Posting Komentar untuk "PT MDA Perkuat Kesiapsiagaan Warga Rante Balla Hadapi Kondisi Darurat Pascabencana"