![]() |
| Ground Breaking penanganan banjir di Luwu Utara. |
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Fadriaty Asmaun, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Dandim 1403/Palopo Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, Wakil Bupati Luwu Utara Jumail Mappile, serta unsur Forkopimda lainnya.
Penanganan banjir Sungai Rongkong dilakukan melalui pembangunan tanggul sepanjang 200 meter. Dimana metode pelaksanaan perbaikan tanggul tersebut meliputi pemasangan bronjong, geotextile, kayu dolken, serta pengerukan sedimen guna mengembalikan kapasitas tampung dan alur sungai secara optimal pasca banjir.
Dalam pengejaran kedepannya, Kodam XIV/Hasanuddin menerjunkan pasukan Batalyon Zeni Tempur 8/Sakti Mandraguna yang telah ahli di bidangnya, serta dibantu oleh Prajurit dari Kodim 1403/Palopo dan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 872/Andi Djemma.
Dalam kesempatan tersebut Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko mengatakan bahwa dimulainya pembangunan tersebut merupakan bukti nyata terkabulnya doa masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi bencana banjir.
“Hari ini adalah bukti bahwa tidak ada yang mengalahkan doa yang dikabulkan. Saya yakin Bapak Gubernur, Pangdam, dan Bupati datang ke tempat yang sulit seperti ini karena doa masyarakat di sini dikabulkan Allah SWT. Kasih sayang Bapak Gubernur tercurah kepada masyarakat di kampung ini untuk menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah,” ujarnya
Lebih lanjut, Mayjen TNI Bangun Nawoko mengungkapkan jika solusi yang diwujudkan saat ini adalah pembangunan tanggul yang diharapkan mampu mengakhiri penderitaan ribuan warga yang selama kurang lebih tiga tahun terdampak banjir.
Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang telah mempercayakan pelaksanaan pekerjaan tersebut kepada Kodam XIV/Hasanuddin.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan karena mempercayakan kerja sama ini kepada TNI untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat. Ini merupakan kehormatan besar bagi kami,” Bebernya.
Selain itu, meskipun pekerjaan ini kedepannya tidak mudah, akan tetapi kita optimistis seluruh proses dan pembangunan dapat diselesaikan berkat dukungan dan doa dari masyarakat.
“Sesulit apa pun pekerjaan ini, karena tujuannya membantu rakyat, saya yakin akan menjadi lebih mudah dengan dukungan masyarakat. Kami mohon doa restu agar pekerjaan ini selesai tepat waktu dan banjir tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat,” tambahnya.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan tanggul merupakan langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini mengancam permukiman dan lahan pertanian warga.
“Penanganan ini diharapkan dapat meminimalisir risiko luapan air, melindungi kawasan permukiman dan lahan pertanian warga, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat di tiga desa yang terdampak,” kata Andi Sudirman.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan proyek tersebut, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Kodam XIV/Hasanuddin yang turut membantu percepatan pekerjaan.
“Mohon dukungan masyarakat dan bantuan pasukan dari TNI Kodam XIV/Hasanuddin agar pekerjaan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya. (TOM)

Posting Komentar untuk "Gubernur dan Pangdam XIV/HSN Ground Breaking Penanganan Banjir di Luwu Utara "