![]() |
| Workshop AKPSI yang dirangkai Sawit Expo 2026. |
Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) resmi mengungkapkan rencana strategis pemerintah untuk segera mengonversi komoditas kelapa sawit menjadi bahan bakar Biodiesel 50 (B50) sebagai pengganti solar.
Rencana besar ini terungkap dalam sebuah Workshop AKPSI dan Sawit Expo 2026 di Jakarta yang mengusung tema besar, yaitu "Sawit untuk Rakyat".
Acara strategis ini dibuka Wakil Menteri Dalam Negeri, dan dihadiri jajaran kepala daerah wilayah penghasil sawit, termasuk Gubernur Jambi, serta para Bupati dari berbagai pelosok nusantara.
Salah satu figur yang tampak hadir mengawal langsung agenda nasional ini adalah Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, yang juga selaku Sekretaris Jenderal AKPSI.
Kehadiran Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, ini sekaligus mengonfirmasi komitmen kuat Pemda Kabupaten Luwu Utara dalam menjaga arus baru hilirisasi.
Pun kehadirannya dalam forum bersakala nasional ini sekaligus menegaskan posisi strategis Luwu Utara sebagai salah satu daerah penghasil sawit di Sulawesi Selatan.
Transformasi sawit menuju B50 dipandang bukan sekadar lompatan teknologi, melainkan sebuah keberpihakan nyata bagi kesejahteraan petani lokal.
“Tema ‘Sawit untuk Rakyat’ ini harus menjadi ruh dari setiap kebijakan turunannya,” ucap Bupati Andi Abdullah Rahim usai pertemuan workshop tersebut.
“Rencana penerapan B50 ini merupakan sebuah peluang emas bagi daerah seperti Luwu Utara untuk memastikan serapan Tandan Buah Segar (TBS) petani tetap stabil, bernilai tinggi, dan tidak melulu bergantung pada dinamika pasar ekspor,” ujarnya menambahkan.
AKPSI sendiri bersama pemerintah pusat terus menekankan bahwa transisi menuju B50 akan membawa dampak masif terhadap dua sektor utama, yaitu kedaulatan energi dan stabilitas harga domestik.
Untuk kedaulatan energi menekankan angka impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar secara signifikan, sekaligus menghemat devisa negara.
Sementara itu, dampak stabilitas harga domestik akan memberikan jaminan pasar domestik yang masif bagi petani sawit rakyat, sehingga harga jual TBS tidak mudah dipermainkan oleh isu global.
Meskipun rencana sawit akan dijadikan B50 ini menjanjikan masa depan cerah, tetapi AKPSI tetap menggarisbawahi beberapa catatan krusial yang harus diselesaikan di tingkat daerah.
Beberapa di antaranya Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan meningkatkan produktivitas lahan tanpa harus membuka hutan baru, serta Sertifikasi Keberlanjutan untuk memastikan tata kelola sawit yang ramah lingkungan agar memiliki daya saing tinggi.
Tak hanya itu, infrastruktur logistik juga menjadi catatan khusus, utamanya pada kesiapan pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) di daerah untuk menyuplai bahan baku biodiesel secara konsisten.
Melalui kegiatan ini pula, Pemda Luwu Utara terus berkomitmen menjemput bola, dan membawa pulang poin-poin strategis kebijakan pusat, serta mengimplementasikannya demi kemakmuran masyarakat di Bumi La Maranginang. (LHR)

Posting Komentar untuk "Bupati Lutra Tegaskan Siap Kawal Transformasi Sawit Jadi B50 di Sawit Expo 2026"