Melalui Retret Spiritual, Kepala Sekolah di Sulteng Diajak Jaga Integritas Pendidikan

8.189 Views

 

Kepala Sekolah di Sulteng mengikuti retret spiritual.
PALU- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melakukan pendekatan spiritual untuk memperkuat integritas para pemangku kebijakan pendidikan. Melalui kegiatan retret di Masjid Raya Baitul Khairaat, Kota Palu, Jumat (3/4/2026), para kepala sekolah diajak merefleksikan kembali peran mereka dalam menjamin pendidikan yang inklusif dan bebas dari beban biaya bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Drs H Firmanza DP MSi, saat memberikan materi dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya keselarasan antara nilai spiritual dan tanggung jawab profesi. Ia mengajak seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB untuk menyukseskan program 'Berani Cerdas' dengan memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena kendala biaya.

”Program ini hadir untuk memastikan akses pendidikan bagi semua siswa. Kami mengimbau para kepala sekolah untuk benar-benar menjaga amanah ini dan menghindari praktik pungutan dengan dalih apa pun,” ujar Firmanza. 

Ia menambahkan, pengawasan akan dilakukan secara ketat, termasuk sanksi administratif bagi sekolah yang terbukti melanggar komitmen tersebut.

Kegiatan retret yang berlangsung selama tiga hari hingga Senin (6/4/2026) ini merupakan bagian dari visi ”Berani Berkah”. Berbeda dengan kegiatan formal biasanya, para peserta menginap dan beraktivitas bersama di lingkungan masjid guna memupuk rasa kebersamaan.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam berbagai kesempatan menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di rumah ibadah merupakan langkah efisiensi sekaligus penguatan karakter kepemimpinan. Menurut dia, pemimpin pendidikan perlu membekali diri dengan nilai-nilai religius dan budaya sebagai fondasi dalam melayani masyarakat.

”Retret ini adalah upaya membentuk kembali kepribadian pemimpin melalui penguatan iman. Dengan kesederhanaan, kita ingin menumbuhkan etos kerja yang lebih tulus dan berorientasi pada kepentingan siswa,” kata Anwar saat membuka kegiatan retreat untuk gelombang kelima.

Melalui sinergi aspek spiritual dan kebijakan pendidikan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap dapat membangun birokrasi yang lebih bersih dan humanis. Harapannya, sekolah tidak lagi menjadi beban finansial bagi orangtua, melainkan menjadi ruang tumbuh yang setara bagi seluruh anak bangsa. (ANT)

Posting Komentar untuk "Melalui Retret Spiritual, Kepala Sekolah di Sulteng Diajak Jaga Integritas Pendidikan"