Alot, Bupati Lutra Berbicara Satu Kisah, Tiga Issu, Tujuh Fakta di Podcast SIMAK-ORI

8.189 Views

 

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, saat menghadiri Podcast SIMAK ORI. 
MAKASSAR- Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, mendapat kehormatan sebagai tamu kedua “berlabel” kepala daerah setelah Bupati Wajo yang diundang Ombudsman Republik Indonesi (ORI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan dalam sebuah podcast.

Ruang podcast yang kemudian dilabeli sebagai “Podcast SIMAK” (Sorotan Isu Maladministrasi dan Aduan Masyarakat) ini mendadak hangat berkat kehadiran Andi Rahim. Kehadirannya menjadi magnet utama saat membedah kondisi terkini Luwu Utara dengan 1 kisah, 3 issu, dan 7 fakta.

Ombudsman mengemas Podcast SIMAK ini melalui tiga segmentasi dengan durasi 10-30 menit. Segmen pertama adalah “satu kisah”, di mana segmen ini adalah bagian pembuka yang menggali sisi personal narasumber, baik kisah masa lalu, pengalaman, serta momen yang membentuk perjalanan karier atau nilai hidupnya.

Segmen kedua adalah “tiga Isu”, di mana host menampilkan 3 berita atau isu aktual yang relevan dengan latar belakang dan keahlian Bupati Andi Rahim, dengan fokus utama adalah pandangan, analisis, dan refleksi Bupati terhadap isu-isu tersebut, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik dan kebijakan.

Segmen terakhir atau segmen ketiga adalah “sesi penutup yang ringan dan interaktif”, di mana host mengajukan tujuh pertanyaan atau pernyataan cepat yang berupa tebak-tebakan, pilihan sederhana, hingga refleksi personal, yang harus dijawab dengan cepat pula oleh Andi Rahim.

Dalam diskusi podcast yang diinisiasi Ombudsman tersebut, terungkap berbagai fakta, mulai dari prestasi pembangunan infrastruktur hingga tantangan besar terkait integritas birokrasi. Salah satu yang mengemuka adalah keberhasilan Bupati mengamankan mayoritas anggaran pusat untuk pembangunan infrastruktur jalan di wilayah 3T. 

Lobi cerdas Bupati ini berbuah manis karena hampirr 80% anggaran pembagunan jalan tercover APBN. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBD yang terbatas untuk menjangkau wilayah 3T yang sulit. Sehingga kita memakai sistem ‘jemput bola’ ke kementerian terkait agar konektivitas warga di pelosok tidak lagi terisolasi,” beber Andi Rahim.

Dalam podcast berdurasi kurang lebih satu jam tersebut, Bupati juga membeberkan sejumlah fakta lainnya, yaitu sisi kemanusiaan seorang pemimpin. Di mana Bupati Andi Rahim mengusulkan 37 jembatan gantung untuk anak-anak sekolah di Luwu Utara. 

Pendidikan ini menjadi sorotan emosional dalam podcast ini. Mengingat masih banyaknya siswa yang harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai demi menuju sekolah. Fenomena inilah yang kemudian mengilhami Bupati Andi Rahim mengusulkan pembangunan 37 jembatan gantung ke pemerintah pusat.

Langkah ini dipandang bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi keselamatan dan masa depan generasi muda Luwu Utara. “Anak-anak kita tidak boleh lagi bertaruh nyawa hanya untuk mendapatkan ilmu. Jembatan gantung ini adalah urat nadi pendidikan mereka," tegasnya.

Last but not least, terungkapnya fakta bahwa Luwu Utara pada 2025 lalu masih berada dalam status zona merah integritas versi KPK. Di balik prestasi infrastruktur, Bupati tak menampik adanya fakta minor pahit tersebut. Ia pun menyatakan kegeramannya atas status zona merah integritas versi KPK yang sebelumnya dipublish KPK.

Di podscast itu, ia menegaskan tidak akan memberi toleransi pada praktik-praktik maladministrasi dan korupsi. Status zona merah ini, kata dia, dijadikan cambuk bagi dirinya untuk melakukan perombakan total sistem birokrasi, dan memperketat pengawasan internal untuk mengembalikan muruah Luwu Utara sebagai daerah yang bersih dan melayani. (LHR)

Posting Komentar untuk "Alot, Bupati Lutra Berbicara Satu Kisah, Tiga Issu, Tujuh Fakta di Podcast SIMAK-ORI"