Sulteng Menjemput, Sulsel Tertinggal LMND: Investasi Manusia Sulsel Alami Kemunduran Visi

8.189 Views

 

Adri Fadli.
MAKASSAR- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pimpinan Anwar Hafid kian agresif memagari masa depan anak bangsanya, bahkan hingga melintasi batas administratif provinsi. Selasa, 24 Maret 2026, mereka resmi menggandeng empat perguruan tinggi di Kota Palopo guna menjamin biaya kuliah ribuan mahasiswanya. Langkah ini sekaligus menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dianggap kian pelit dalam urusan investasi pendidikan.

Kontras kebijakan ini terlihat gamblang dari dompet daerah. Melalui program "Berani Cerdas", Sulteng menggelontorkan Rp 84 miliar untuk 23.569 mahasiswa. Bandingkan dengan Sulawesi Selatan di bawah kendali Andi Sudirman Sulaiman, yang hanya mengalokasikan Rp 25 miliar untuk bantuan pendidikan lintas jenjang angka yang dinilai tak sebanding dengan besarnya APBD provinsi berjuluk hub Indonesia Timur itu.

Ketua Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulawesi Selatan, Adri Fadli, menyebut realitas ini sebagai ironi besar. "Ini anomali. Pemprov Sulteng menjemput mahasiswanya di Palopo, sementara Pemprov Sulsel seolah membiarkan warganya berjuang sendiri. Kita kalah telak dalam komitmen politik anggaran," ujar Adri, Rabu, 25/3/26 melalui pesan tertulis kepada media.

Bagi Adri, kemunduran ini terasa lebih menyakitkan jika menengok ke belakang. Sulsel pernah menjadi mercusuar pendidikan nasional pada era Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL). Saat itu, konsep pendidikan gratis bukan sekadar jargon, melainkan kebijakan nyata dari tingkat dasar hingga subsidi SPP mahasiswa baru dan beasiswa doktoral ke luar negeri.

"Kejayaan era SYL itu kini sirna. Dulu kita guru bagi provinsi lain dalam inovasi pendidikan, sekarang kita justru tertinggal di belakang tetangga. Sulsel kehilangan taji," tegas Adri.

Empat kampus di Palopo, Universitas Mega Buana, Universitas Cokroaminoto, Unanda, dan STIKES Kamus Arunika, kini resmi menjadi mitra strategis Sulteng.

Rektor Universitas Mega Buana, Nilawati Uly, memuji visi Anwar Hafid yang disebutnya sebagai investasi nyata bagi masa depan daerah.

Pemprov Sulteng, menegaskan ekspansi beasiswa ini adalah mandat mutlak untuk memastikan tak ada warga Sulteng yang putus kuliah karena alasan ekonomi. Untuk tahun 2026 anggaran beasiswa S1,S2 dan S3 dialokasikan sebesar 264 Milliar dengan penerima 25.000 orang. Sementara itu, publik kini menunggu: kapan Sulawesi Selatan kembali berani mengalokasikan anggaran besar untuk urusan otak manusia, bukan sekadar infrastruktur beton. (MUSAKKAR DJABAL TIRA)

Posting Komentar untuk "Sulteng Menjemput, Sulsel Tertinggal LMND: Investasi Manusia Sulsel Alami Kemunduran Visi"