![]() |
| Layanan jemput bola Disdukcapil Lutra. |
MASAMBA- Untuk memastikan akselerasi data kependudukan berjalan maksimal di lapangan, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kabupaten Luwu Utara, Muhammad Kasrum, turun langsung mengawasi jalannya program jemput bola (Jebol) di kecamatan.
Layanan jemput bola diawali di Kecamatan Malangke dan Malangke Barat (Malbar), kemudian diikuti kecamatan lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses administrasi kependudukan (adminduk) berjalan dengan cepat, mudah, transparan, dan tepat sasaran.
“Hari ini kita melakukan layanan jemput bola atau jebol yang diawali di Kantor Camat Malangke. Kenapa di Malangke? Ada sejarah bahwa saya pernah bertugas sebagai Camat Malangke di 2006. Selanjutnya di Malbar, saya juga pernah Plt Camat di sana,” ungkapnya.
Kasrum juga mengungkapkan bahwa pada saat layanan jemput bola dilakukan, ada warga yang memiliki keterbatasan, tetapi semangatnya untuk melakukan perekaman KTP el tidak kalah dengan warga normal lainnya. “Namanya Abdul Madjid, usianya 18 tahun,” ungkapnya lagi.
Pria ini, kata Kasrum, seharusnya sudah melakukan perekaman KTP el pada tahun 2025 lalu, tetapi karena saat itu server utama di Disdukcapil bermasalah alias kena sambaran petir, maka Madjid mesti menunda untuk melakukan perekaman akibat server yang rusak.
Masalah ini kemudian menjadi perhatian serius Bupati Luwu Utara dan segera memerintahkan Kadis Dukcapil, Muhammad Kasrum, untuk segera mengoordinasikan masalah kerusakan server utama tersebut ke Direktorat Jendral (Ditjen) Dukcapil di Jakarta.
“Alhamdulillah, atas perhatian Bapak Bupati, saat kami laporkan server rusak kena petir, kami pun langsung ditugaskan untuk koordinasi dengan Ditjen Dukcapil. Alhamdulillah, bisa diperbaiki dan kemarin di-instal langsung di Ditjen Dukcapil oleh teknisinya,” bebernya.
Kenapa proses instalnya harus dilakukan di Ditjen Dukcapil di Jakarta? Kasrum beralasan karena proses instalnya harus di Ditjen Dukcapil. Mengingat program KTP-el semua terpusat di sana. “Tak hanya Luwu Utara, semua daerah juga melakukannya di sana,” terangnya.
“Insya Allah, kami akan terus mengevaluasi serta memperluas jangkauan jadwal layanan program jemput bola ke wilayah-wilayah pelosok lainnya, dengan harapan target cakupan kepemilikan dokumen kependudukan 100% dapat segera tercapai,” sambungnya.
Kasrum berharap, pelaksanaan layanan jebol di seluruh kecamatan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh masyarakat Luwu Utara. Menurutnya, banyak inovasi yang telah dilahirkan Disdukcapil yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Luwu Utara.
“Tak hanya melalui layanan jebol, masyarakat juga bisa melakukan pengurusan dokumen melalui Pildacil di desa, bisa juga melalui WhatsApp, termasuk juga melalui layanan jemput bola ini. Saya kira masih banyak inovasi untuk mempercepat pelayanan kependudukan ini,” imbuhnya.
“Intinya, kami memberi kemudahan kepada warga, tetapi ingat kelengkapan tetap jadi perhatian. Diingatkan kembali bahwa dalam satu KK kalau ada anggota keluarga sudah memenuhi syarat, tetapi belum melakukan perekaman, maka KK tersebut tak bisa diproses,” sambungnya.
Mantan Asisten Administrasi Umum ini juga berharap agar inovasi-inovasi untuk mempercepat layanan kependudukan tersebut, dapat berdampak positif terhadap percepatan cakupan layanan kependudukan di daerah berjuluk Bumi La Maranginang tersebut.
“Kami ingin memastikan pemerintah hadir di tengah masyarakat. Dengan layanan jemput bola ini, tidak ada lagi alasan bagi warga Luwu Utara untuk tidak memiliki dokumen kependudukan hanya karena keterbatasan fisik, kendala jarak atau tak punya biaya,” pungkasnya. (LHR)

Posting Komentar untuk "Kadisdukcapil Lutra Awasi Langsung Layanan Jemput Bola ke Masyarakat"