Lika-Liku Pengojek Rampi-Masamba, Penghasilan tak Sebanding Resiko Pekerjaan

8.189 Views
Ojek Rampi
Aktivitas tukang ojek di Rampi.
AKSELERASI- Menggeluti profesi sebagai tukang ojek Masamba-Rampi, Kabupaten Luwu Utara, diperlukan keahlian keterampilan khusus, dan nyali yang besar.

Menelusuri rute perjalanan yang berat di atas dataran pegunungan terjal bebatuan dan jurang-jurang yang curam, seperti jalur Kem Leke menuju Kem Batu, memang sangat beresiko bagi pengemudi ojek di salah-satu wilayah terisolir di Lutra ini. Di jalur itu, jalannya sempit hanya 100-an meter sementara kedalaman jurangnya mencapai 200 meter.

Menjadi pengojek Rampi-Masamba, resiko dan penghasilan tidak lah sebanding. Penghasilannya sedikit, tapi resikonya salah-sedikit nyawa bisa jadi taruhan. Belum lagi jarak tempuhnya memakan waktu berhari-hari, bahkan sampai satu minggu membuat seluruh penghasilan habis untuk biaya selama perjalanan.

"Medan pegunungan yang sama-sekali belum terjamah pembangunan sudah menjadi tantangan kami sehari-hari. Perlu kelihaian dan keterampilan untuk dapat mengatasi medan tersebut," kata Emmang, salah-seorang pengojek Rampi-Masamba.

Terutama, ketika harus melewati medan berjurang. Dirinya dan rekan-rekannya sesama pengojek terpaksa membongkar seluruh muatan, agar bobot kendaraan seimbang saat melintasi jalan berbahaya.

"Kami mengojek dari Rampi ke Masamba untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti solar dan besin untuk kami jual kembali di Rampi dengan harga Rp18000 per liter," tukasnya. (JHON LEE GEROSI) 

Posting Komentar untuk "Lika-Liku Pengojek Rampi-Masamba, Penghasilan tak Sebanding Resiko Pekerjaan"