Satlantas Luwu Utara Berhasil Redam Kasus Balapan Liar

8.189 Views
Satlantas Polres Luwu Utara
Aparat Satlantas Polres Luwu Utara terus mengkampanyekan budaya tertibcarlantas di kalangan masyarakat.
AKSELERASI- Sebulan terakhir atau selama pelaksanaan bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah di Kabupaten Luwu Utara, berlangsung aman dan kondusif. Aksi balapan liar (bali) yang dikerap dikeluhkan masyarakat, mampu diminimalisir.

Ini tak lepas dari peran aktif jajaran Kepolisian Resort (Polres) Lutra khususnya Unit Satuan Lalu-lintas (Satlantas) dalam menjaga kondusifitas di jalan raya.

Kasat Lantas Polres Luwu Utara, AKP Fitriawan SH, yang ditemui Koran Akselerasi, Kamis (6/7/2017), mengungkapkan berkurangnya aksi balapan liar, karena pihaknya meningkatkan sistem patroli di lapangan.

"Selama bulan Ramadhan yang lalu, anggota kita sebar ke beberapa titik yang masuk dalam kawasan rawan balapan liar. Mereka juga ditempatkan di Masjid-Masjid, sehingga aksi balapan liar dapat kita tekan eskalasinya," ungkap AKP Fitriawan.

Terciptanya suasana yang kondusif, membuat warga Lutra dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk. Malam takbiran di Luwu Utara pun berjalan aman, lancar, dan tertib.

"Ini bukan kesuksesan Unit Satlantas sendiri, tetapi kesuksesan kita semua, termasuk masyarakat yang semakin meningkatkan kesadarannya menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing," papar AKP Fitriawan.

Pemerintah daerah juga memegang peranan penting di dalam menjaga stabilitas kamtibmas di Lutra. "Kami bertindak dan bekerja sesuai petunjuk dan arahan bapak kapolres untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, dengan menjaga kondisi daerah tetap kondusif," terang AKP Fitriawan.

Apresiasi atas kinerja Satlantas Polres Luwu Utara disampaikan Ketua Yamaha Vixion Club Indonesia Chapter Masamba, Bro M Hasan Nawir. "Terimakasih atas kerja nyata yang diberikan Satlantas Polres Lutra atas keberhasilannya meredam aksi balapan liar," ucap Bro M Hasan Nawir. (LUKMAN HAMARONG) 

Posting Komentar untuk "Satlantas Luwu Utara Berhasil Redam Kasus Balapan Liar"