![]() |
| Ketua LCC, Rawas Sakti saat menginvestigasi proyek kantor DPMTSP Kota Palopo. |
Pasalnya, berdasarkan investigasi langsung yang dilakukan LCC menunjukkan rekanan proyek senilai Rp4,9 miliar itu terkesan bekerja sembrono.
Rawas Sakti menemukan adanya sejumlah kejanggalan dalam proses pelaksanaan proyek kantor DPMTSP (BPMPTT, red) yang ditangani PT Milinium Persada selaku pemenang tender, dengan CV Garani Cipta Mandiri selaku konsultan pengawas pada proyek APBD TA 2017 itu.
Jenis pelanggaran yang terindikasi dilakukan rekanan, tutur Rawas Sakti, yakni mereka menggunakan molen untuk pengerjaan slop bawah, sedang tiang kolom memakai ready mix. "Mutu pekerjaannya layak dipertanyakan," tukas Rawas Sakti, Rabu (26/7/2017).
Yang membuat dirinya miris, proyek miliaran memakai molen, belum lagi batu pecah material beton dicampur. Dalam gambar desain proyek tersebut, tercantum beton bertulang K250. Sehingga, kondisi tersebut rentan mempengaruhi kualitas beton yang dikerja.
"Sekali lagi, kami minta PPK yang menangani pembangunan kantor DPMTSP ini membuka ke publik hasil uji lab beton," tantang Rawas Sakti.
Cerry, dari PT Milinium Persada yang dikonfirmasi sekaitan temuan investigasi yang dilakukan LCC, mengakui penggunaan ready mix diperlukan dalam penanganan proyek tersebut. Hanya saja, dengan alasan kondisi tertentu yang memaksa pihaknya memakai molen. Meski begitu, Cerry yakin penggunaan molen tidak akan mempengaruhi kualitas hasil pekerjaan.
"Pembangunan slop bawah memakai molen, sementara pembetonan tiang kolom menggunakan ready mix. Itu tidak mempengaruhi mutu pekerjaan. Adapun material batu pecah yang dicampur, kebetulan kita punya sisa stok, sehingga dilakukanlah pencampuran, sekalipun ukurannya sedikit berbeda," timpal Cerry.
Ia juga menepis tudingan LCC soal mutu beton yang dikejar yakni K-250. Saat ini, progres pelaksanaan pembangunan proyek tersebut telah mencapai 30%. "Untuk skejul, sebenarnya progresnya baru memasuki 17%. Tapi, kita tetap genjot agar perampungannya tuntas sesuai batas waktu 210 hari kerja," pungkas Cerry. (LIS-MDT)

Posting Komentar untuk "LCC Nilai Rekanan Proyek Kantor DPMTSP Palopo Bekerja Sembrono"