ads

Slider[Style1]

Politik

Metro

Hukum

Daerah

Olahraga

HUT ke-77, Dandim 1403/SWG: Tingkat Kepercayaan Publik ke TNI Meningkat!

Dirgahayu TNI ke-77 tahun.

PALOPO- Di usianya yang ke-77 tahun, Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus mendapatkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari publik. 


Hal tersebut disampaikan Dandim 1403/SWG, Letkol (Inf) Apriadi Nidjo SM MIP, saat membacakan sambutan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa, pada upacara HUT TNI ke-77, Rabu (5/10/2022), di Lapangan Gaspa. Tema "TNI Adalah Kita" merupakan wujud representasi TNI selalu bersama dengan rakyat.


"Masyarakat puas dengan kinerja pelayanan TNI, setidaknya tingginya kepercayaan publik itu tergambar pada hasil survei sejumlah lembaga independen seperti Indikator Politik Indonesia (IPI) misalnya per 24 Juni 2022 menempatkan TNI memperoleh kepercayaan publik sebesar 93,2%, kemudian LSI per 31 Agustus 2022, TNI lagi-lagi mendapatkan tingkat kepuasan 93% dari masyarakat atas lembaga hukum, pesan Panglima TNI kepada kita semua, prestasi ini harus dijaga dengan baik, dan tetap jaga sinergitas dengan Polri, pemerintah, dan masyarakat," tegas Letkol (Inf) Apriadi Nidjo.


Hadir pada acara tersebut, Kapolres Palopo, AKBP DR (C) HM Yusuf Usman SH SIk MT, Kapolres Luwu, AKBP Arisandi, Kapolres Lutim, AKBP Silvester MM Simamora, Kasdim 1403/SWG, Mayor (Kav) Suparman SPd, Sekda Palopo, Drs H Firmanza DP SH MSi, para pimpinan perguruan tinggi se Kota Palopo, dan tamu lainnya. (RLS/MUDZAKKAR DJABAL TIRA)

Dirgahayu TNI ke-77 tahun. PALOPO- Di usianya yang ke-77 tahun, Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus mendapatkan tingkat kepercayaan yang ...

Polres Palopo Berlakukan Sanksi Tilang Elektronik di Ops Zebra 2022

Apel gelar pasukan Ops Zebra Polres Palopo.

PALOPO- Berlangsung selama kurang lebih 2 minggu, Operasi Zebra 2022 resmi digelar di Kota Palopo, 3-16 Oktober 2022. Kegiatan itu diawali dengan apel gelar pasukan dipimpin Wakapolres Palopo, AKBP Sanodding SH, giat ini dihadiri langsung Sekda Palopo, Drs H Firmanza DP SH MSi, selaku mewakili Walikota Palopo. 


Bertindak sebagai perwira apel, Kasat Lantas Polres Palopo, AKP Siswaji S.Sos, dan komandan apel, Kanit Turjawali, IPDA Anwar Syam. Sejumlah perwakilan Forkopimda seperti Kasi Intel Kejari Palopo, Yanto Musa SH, jajaran Kodim 1403/SWG, Satpol-PP, Dishub, Sub Den Pom VII Hasanuddin, Senkom, dll, ikut serta dalam upacara itu. 


AKBP Sanodding dalam amanatnya menyampaikan, apel gelar pasukan merupakan bagian dari proses manajerial mengetahui kesiapan personil dalam menyukseskan operasi tersebut. "Sesuai petunjuk dari atas, pada Operasi Zebra 2022 ini, pelanggar yang terjaring akan ditindak dengan sanksi tilang elektronik, artinya tidak lagi menggunakan tilang manual," tegasnya. 


7 prioritas sasaran penindakan Ops Zebra 2022 antara lain; berkendara sambil bermain HP, pengemudi di bawah umur, berbonceng lebih dari 1 orang, tak menggunakan helm SNI, mengemudi dalam pengaruh alkohol, melawan arus, dan pengemudi roda empat tak memakai safety belt. (TOM)

Apel gelar pasukan Ops Zebra Polres Palopo. PALOPO- Berlangsung selama kurang lebih 2 minggu, Operasi Zebra 2022 resmi digelar di Kota Palop...

Lapas Kelas IIA Palopo Kerjasama Disnaker dan BLK Gelar Pelatihan Tata Boga

Pembukaan pelatihan tata boga di lingkup Lapas Kelas IIA Palopo.

PALOPO- Dalam rangka meningkatkan kapasitas Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di bidang tata boga, Lapas Kelas IIA bekerjasama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Palopo, Senin (3/10/2022), menggelar pelatihan pembuatan roti. 


Pelatihan yang berlangsung di aula serba guna Lapas Kelas IIA Palopo, dibuka Kepala Lapas, Jhonny H Gultom, dengan dihadiri Kadisnaker Palopo, Asmiati S.Sos, selaku mewakili Walikota, beserta jajaran Bapas Palopo, dan Kepala BLK. Jumlah peserta, sebanyak 32 orang, di mana 22 merupakan peserta perempuan dan 10 di antaranya peserta laki-laki.


Pada sambutannya, Kepala Lapas Kelas IIA Palopo, Jhonny H Gultom, menegaskan jika pelatihan ini bertujuan menambah skill dan kemampuan WBP Lapas Palopo khususnya bidang tata boga pembuatan roti. Ketika para WBP ini selesai menjalani masa hukuman, mereka bisa berkarya di tengah masyarakat dan mampu menopang perekonomiannya sendiri lewat keterampilan membuat roti yang sudah mereka kuasa lewat pelatihan tersebut. 


Hal senada diucapkan Kadisnaker Palopo, Asmiati, dikatakan mantan Camat Bara ini, peserta yang mengikuti pelatihan itu adalah orang-orang pilihan, mereka tidak hanya mampu dari segi mental, namun para peserta dipilih karena berkelakuan baik di Lapas. (ARS/ABK)

Pembukaan pelatihan tata boga di lingkup Lapas Kelas IIA Palopo. PALOPO- Dalam rangka meningkatkan kapasitas Warga Binaan Pemasyarakatan (WB...

OPINI NURDIN SH: Siap Menang, tidak Siap Kalah

Nurdin SH.

JIKA melihat ketidakteraturan dalam masyarakat, kita tidak boleh buru-buru menyalahkan aparat pengamanannya sebab boleh jadi masyarakat itu sendiri gemar dengan ketidakteraturan (disorder). 


Seperti sepakbola tanah air, hampir di setiap pertandingan menyisakan kisah yang memilukan hati akibat ulah sebagian suporter sebagaimana yang disaksikan di layar kaca ataupun membaca di media sosial.


Keributan usai pertandingan sepakbola Arema vs Persebaya yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan Malang. Menurut pemberitaan, jumlah petugas keamanan yang tidak sebanding dengan jumlah ribuan suporter Arema, petugas kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan. 


Kemarahan suporter, bukan kali ini saja dan yang paling empuk untuk disalahkan oleh sebagian pengamat akibat kejadian tragis itu adalah pihak Kepolisian yang menembakkan gas air mata dengan merujuk pada peraturan FIFA pasal 19b "No firearms or 'crowd control gas' shall be carried or used (senjata api atau 'gas pengendali massa' tidak boleh dibawa atau digunakan)."


Perlu dipahami, bahwa sebuah peraturan dibuat dengan asumsi bahwa yang akan dihadapi adalah suatu keadaan yang normal. Lantas, bagaimana jika menghadapi keadaan yang tidak normal? Dari situlah ruang-ruang darurat sebuah peraturan disiapkan seperti diskresi. 


Menghadapi ribuan orang yang anarki bukan perkara mudah seperti yang kita dengar dari para pengamat itu, ibarat permainan sepakbola terkadang penonton (pengamat) lebih hebat ketimbang para pemain yang ada di lapangan.


Itulah mengapa hukum pidana mencantumkan pasal 49 KUHP (pembelaan darurat) dan pasal itu bukan hanya di Indonesia tapi semua negara hukum di dunia. Lantas, apa yang dibela atau Anasir dalam pasal itu?


Pertama, perbuatan yang dilakukan itu, harus terpaksa. Kedua, pembelaan itu hanya serangan pada badan, kehormatan, barang milik sendiri atau milik orang lain. Pasilitas stadion, mobil-mobil Polisi masuk dalam pengertian barang dalam pasal itu. Kemudian yang ketiga, adalah adanya serangan yang melawan hukum.


Kita tentu sangat menyayangkan peristiwa itu terjadi. Dan sekiranya para suporter memiliki prinsip siap menang dan siap kalah, maka kejadian itu dan kejadian-kejadian pada pertandingan lainnya tidak akan terjadi, yang jadi soal jika hanya siap menang tapi tidak siap kalah. (****)

Nurdin SH. JIKA melihat ketidakteraturan dalam masyarakat, kita tidak boleh buru-buru menyalahkan aparat pengamanannya sebab boleh jadi masy...

OPINI NURDIN SH: Berhukum Pragmatis

Nurdin SH.

PROF Ahmad Ali pernah mengatakan bahwa, "Masyarakat kita, sedikit yang memahami hukum secara memadai. Oleh karena, pelajaran hukum tidak dipelajari sejak dini (SD, SMP dan SMA) melainkan hanya di perguruan tinggi, itupun pada fakultas hukum saja". 


Sejalan dengan apa yang Prof Satjipto Rahardjo pernah sampaikan, bahwa sedikit sekali jumlah orang-orang yang memeroleh pembelajaran hukum secara khusus, sehingga tahu persis apa yang harus dilakukannya pada saat berhadapan dengan hukum.


Kedua pandangan pakar hukum di atas, ingin memberitahukan kepada kita, bahwa dalam konteks hukum dan penegakannya, banyak diantaranya yang mengerti hukum tapi tidak paham. Itu disebabkan karena selain hanya mempelajari teori hukum saja, juga karena memang tidak secara khusus mempelajarinya. 


Akibatnya, kita cenderung berhukum dengan cara yang pragmatis atau instan. Ambil contoh sederhana, di jalan raya banyak dijumpai pengendara sepeda motor tidak mengenakan helm pengaman, bukan mereka tidak tahu atau tidak mengerti jika apa yang dilakukannya adalah merupakan bentuk pelanggaran UU. Akan tetapi, itu merupakan bentuk ketidakpahaman terhadap hukum. 


Ketidakpahaman terhadap hukum, akibat hanya berkutat pada teori saja dan tidak dipraktikkan. Menjalankan hukum bukan soal logika tapi juga pengalaman. Demikian kalimat O.W Holmes. Jadi, mereka yang paham hukum sudah pasti mengerti namun orang mengerti (hanya menguasai teori hukum saja) belum tentu semua dapat memahaminya. 


Sama halnya dengan pelajaran di sekolah dasar, diajarkan bagaimana cara berenang. Teorinya, ada gaya bebas, ada gaya dada, gaya punggung dan seterusnya. Akan tetapi, jika hanya mempelajari teorinya (menghafal gaya itu saja), tidak dipraktikkan di kolam renang, misalnya, tentu tidak akan menghasilkan sebagaimana apa yang diinginkan demikian halnya dalam berhukum. (****)

Nurdin SH. PROF Ahmad Ali pernah mengatakan bahwa, "Masyarakat kita, sedikit yang memahami hukum secara memadai. Oleh karena, pelajaran...

Wakapolres Palopo-Kanit Reskrim Polsek Wara Terima Kenaikan Pangkat Pengabdian

Upacara kenaikan pangkat pengabdian 2 personil Polres Palopo.

PALOPO- Dua personil Polres Palopo, Sabtu (1/10/2022), menerima kenaikan pangkat pengabdian. Mereka adalah Wakapolres, Kompol Sanodding, naik pangkat ke AKBP, dan Kanit Reskrim Polsek Wara, IPTU Patobun Sarambuna, yang mendapatkan kenaikan pangkat menjadi AKP. 


Upacara kenaikan pangkat kedua perwira tersebut, dipimpin Kapolres Palopo, AKBP DR (C) HM Yusuf Usman SH SIk MT, dengan dihadiri para Pejabat Utama, para Kasat, Kapolsek, perwira dan Bintara serta ASN Polres. 


"Ini merupakan upacara kenaikan pangkat pengabdian kepada dua personil Polri Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Oktober 2022. Hal itu, sebagai bentuk penghargaan Polri terhadap anggota yang berdedikasi tinggi, baik dalam bekerja maupun mengabdikan diri untuk organisasi Polri, memiliki bintang Naraya, dan selama melaksanakan tugas tidak pernah melakukan pelanggaran disiplin atau pelanggaran kode etik Polri," tegas AKBP Yusuf Usman. 


Tak lupa, Kapolres menyampaikan ucapan selamat kepada dua personil yang mendapat kenaikan pangkat pengabdian. Kiranya, lanjut AKBP Yusuf Usman, pencapaian tersebut dapat menjadi pendorong sekaligus motivasi guna memberikan kontribusi maksimal hingga pengabdian mereka di institusi Polri berakhir nantinya. (TOM)

Upacara kenaikan pangkat pengabdian 2 personil Polres Palopo. PALOPO- Dua personil Polres Palopo, Sabtu (1/10/2022), menerima kenaikan pangk...

Ops Zebra Bakal Digelar, Warga Luwu Diminta Siapkan Surat/Dokumen Berkendara


BELOPA- Jajaran Polres Luwu siap melaksanakan Operasi Zebra 2022 selama 14 hari di bulan Oktober mendatang. Kesiapan itu disampaikan Kapolres Luwu, AKBP Arisandi SH SIk MSi, Jumat (30/9/2022). 


"Rencananya Ops Zebra mulai kita laksanakan pada tanggal 3 sampai 16 Oktober 2022, untuk itu masyarakat diimbau mempersiapkan kelengkapan surat kendaraan dan dokumen lainnya," tegas AKBP Arisandi. 


Kapolres menerangkan, sasaran Ops Zebra akan menyasar pengendara roda dua dan empat, dengan jenis pelanggaran seperti tidak membawa SIM, pengendara di bawah umur, tidak memakai safety belt, melawan arus lalin, melebihi batas kecepatan kendaraan dalam mengemudi, hingga dalam kondisi mabuk/pengaruh alkohol saat berkendara. 


"Ops Zebra ini rutin kita laksanakan setiap saat, sekaligus dalam rangka cipta kondisi menjelang Ops Lilin, diharapkan kesadaran masyarakat mewujudkan Kamseltibcarlantas semakin membaik," kunci Kapolres. (TOM)

BELOPA- Jajaran Polres Luwu siap melaksanakan Operasi Zebra 2022 selama 14 hari di bulan Oktober mendatang. Kesiapan itu disampaikan Kapolre...

Kapolres Palopo Lepas Polisi Santri

Pelepasan polisi santri Polres Palopo.

PALOPO- Diawali sesi doa bersama, Kapolres Palopo, AKBP DR (C) HM Yusuf Usman SH SIk MT, Rabu (28/9/2022), melepas rombongan polisi santri yang bertugas melaksanakan Safari Kamtibmas di tengah masyarakat selama 40 hari. 


Kapolres AKBP HM Yusuf Usman di hadapan para polisi santri mengungkapkan program ini sebagai langkah menyiapkan generasi fakih berwawasan kebangsaan, bela negara, dan cinta NKRI. 


"Melalui pembinaan keagamaan, polisi santri nantinya akan memberi pencerahan hukum kepada masyarakat secara santun dan humanis terutama dalam rangka menjaga Kamtibmas di wilayah hukum Polres Palopo," tegas AKBP HM Yusuf Usman saat menyampaikan amanatnya. 


Setelah memberikan sambutan, Kapolres kemudian menyematkan pita dan sorban putih. Tak hanya polisi santri, Polres Palopo juga memiliki program religi lainnya yaitu Safari Jumat dan Safari Kamtibmas (Salat 5 Waktu), biasanya pada kegiatan ini Polres Palopo mengisinya dengan Kultum maupun Binluh Kamtibmas. (TOM)

Pelepasan polisi santri Polres Palopo. PALOPO- Diawali sesi doa bersama, Kapolres Palopo, AKBP DR (C) HM Yusuf Usman SH SIk MT, Rabu (28/9/2...


Top