![]() |
| Asisten II Pemkot Palopo, Andi Enceng Amir, bersama Bupati Tana Toraja usai penandatanganan MoU dalam rangka pengendalian inflasi. |
Sebagai kota perdagangan dan konsumsi, stabilitas harga di Palopo sangat dipengaruhi oleh kelancaran pasokan dari daerah pemasok. Karena itu, setiap
gangguan pada produksi, konektivitas antar daerah, maupun peningkatan permintaan dapat memberikan tekanan terhadap harga pangan di Kota Palopo.
Dari merespon kenaikan harga menjadi rantai pasok sejak awal. Melihat karakteristik tersebut, TPID Palopo tidak hanya berfokus pada intervensi ketika harga mengalami kenaikan. Kami berupaya memperkuat pengendalian dari hulu sampai ke konsumen melalui empat aspek utama, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dankomunikasi efektif.
Dari pendekatan tersebut, kami membangun beberapa program unggulan TPID yang diarahkan untuk memperkuat pasokan, memperlancar distribusi, dan memastikan intervensi dilakukan secara tepat
Sebagai bagian dari upaya menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Palopo menjadikan SIGAPAI “Sinergi Pengendalian Pangan dan Inflasi” sebagai program unggulan dalam pengendalian
inflasi daerah.
Program Unggulan Sinergi Pengendalian Pangan dan Inflasi Kota Palopo (SIGAPAI) dibangun dengan pendekatan kolaboratif, dengan memperkuat empat aspek utama, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Implementasinya dilakukan melalui berbagai intervensi, mulai dari gerakan pangan murah, pasar murah dan bantuan pangan; penguatan kerja sama antardaerah dan kemitraan dengan Bulog serta pelaku usaha; penguatan jalur distribusi melalui Mini atau Mobile Distribution Center; hingga pemantauan harga, diseminasi informasi dan koordinasi lintas sektor.
Melalui SIGAPAI, kami ingin memastikan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan ketika terjadi kenaikan harga, tetapi dilakukan secara terpadu dari sisi pasokan, distribusi hingga keterjangkauan harga.
Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, baik antar perangkat daerah maupun dengan mitra strategis seperti Bank Indonesia, Bulog, Pertamina, pelaku usaha, dan Satgas Pangan.
Melalui pendekatan ini, intervensi tidak hanya dilakukan ketika harga mengalami
kenaikan, tetapi juga diarahkan untuk memastikan pasokan tersedia, distribusi berjalan lancar, dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Dengan SIGAPAI, Pemkot ingin membangun pengendalian inflasi yang lebih terpadu,
responsif, dan berkelanjutan, sehingga stabilitas harga pangan dapat terus terjaga dan pada akhirnya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota palopo
Setelah melakukan pemantauan harga dan kondisi pasokan, kami mengidentifikasi komoditas yang mengalami tekanan, kemudian melakukan koordinasi TPID dan intervensi sesuai kondisi di lapangan.
Langkah tersebut terus kami evaluasi agar respons pengendalian semakin tepat sasaran.
Namun, intervensi tidak dapat dilakukan terhadap seluruh komoditas dengan pendekatan yang sama. Karena itu, kami juga melihat komoditas-komoditas strategis yang memiliki risiko. (RILIS/MUSAKKAR DJABAL TIRA)

Posting Komentar untuk "Asisten II Pemkot Palopo Hadiri HLM TPID Zona V Sulsel"