Kadundung Resmi Jadi Desa Tangguh Bencana Program Jaga Desa PT MDA

8.189 Views

Kegiatan DESTANA di Desa Kadundung. 
LATIMOJONG- Wilayah Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, kini resmi ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana melalui penguatan kapasitas Desa Tangguh Bencana (DESTANA) sebagai salah satu program yang diinisiasi PT Masmindo Dwi Area (MDA) sebagai tindak lanjut dari implementasi Jaga Keselamatan Desa.

Atas hal itu, Desa Kadundung mendapat pendampingan DESTANA, Kadundung menjadi desa kelima yang dibina sejak program DESTANA lahir pada 2024 lalu.

Bersama Pusat Studi Pemetaan dan Bencana (PUSPENA) Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP), beserta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, dan Palang Merah 
Indonesia (PMI), kegiatan DESTANA kali ini dipusatkan di Kadundung.

Sekedar diketahui, program ini lahir dari aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui Forum Desa MATAPPA (FORDES MATAPPA). Aspirasi tersebut kemudian diterjemahkan menjadi program kolaboratif memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi 
berbagai potensi bencana melalui pembentukan DESTANA.

Kegiatannya mencakup pemetaan risiko, penyusunan mekanisme respons desa, 
simulasi kebencanaan, hingga pelatihan penanganan awal kondisi darurat.
Pendekatan tersebut dijalankan secara bertahap sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing desa.  

Setelah diinisiasi di Desa Bonelemo dan Ulusalu pada 2024, program diperluas ke Desa Boneposi, Tolajuk, dan kini Desa Kadundung sepanjang 2026. Tahapan ini menjadi bagian dari komitmen MDA bersama para mitra dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang berkelanjutan di wilayah Latimojong.

Di Kadundung, masyarakat mengikuti pembekalan mengenai mitigasi bencana, 
mekanisme koordinasi saat kondisi darurat, serta penyusunan respons desa. Kegiatan 
kemudian dilanjutkan dengan simulasi pertolongan pertama yang dipandu oleh tim 
PMI bersama Emergency Response Team (ERT) PT Masmindo Dwi Area. Melalui simulasi tersebut, peserta mempraktikkan penanganan korban, prosedur evakuasi awal, serta koordinasi antarunsur desa sehingga memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi situasi darurat.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Masmindo Dwi Area, Mustafa Ibrahim, mengatakan 
bahwa penguatan kapasitas masyarakat merupakan bagian penting dari komitmen 
perusahaan dalam mewujudkan operasional pertambangan yang bertanggung 
jawab dan berkelanjutan.

"Bagi MDA, keselamatan tidak hanya menjadi budaya di lingkungan kerja, tetapi juga nilai yang ingin kami tumbuhkan bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional. Karena itu, melalui Jaga Keselamatan Desa kami terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat agar setiap desa memiliki kapasitas yang semakin baik dalam mengenali risiko, menyusun mekanisme respons, dan bertindak cepat ketika menghadapi kondisi darurat," ujar 
Mustafa.

Ketua  PUSPENA-UNCP, Dr Ichwan Muis, mengatakan bahwa membangun desa tangguh membutuhkan proses pendampingan yang berkelanjutan agar kesiapsiagaan benar-benar menjadi bagian dari budaya masyarakat. 

"Ketangguhan desa tidak dibangun dalam satu pelatihan, tetapi melalui proses 
belajar, latihan, dan evaluasi yang dilakukan secara konsisten. Ketika masyarakat 
memahami risiko di wilayahnya, mengetahui peran masing-masing, dan terbiasa berlatih bersama, maka kemampuan desa dalam menghadapi bencana akan semakin kuat," kata Dr Ichwan.

Kepala Desa Kadundung, Parambung, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun MDA bersama PUSPENA UNCP, BPBD Luwu, dan PMI dalam memperkuat 
kesiapsiagaan masyarakat.

"Kami merasakan manfaat yang nyata dari program ini. Masyarakat tidak hanya 
mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempraktikkan langsung langkah-langkah penanganan darurat. Kegiatan seperti ini membuat 
masyarakat semakin memahami bagaimana harus bertindak, saling berkoordinasi, 
dan membantu sesama ketika menghadapi situasi darurat," ujar Parambung.

Bagi MDA, membangun desa yang tangguh bukanlah program jangka pendek, 
melainkan investasi sosial yang tumbuh bersama masyarakat. Karena itu, melalui 
Program Jaga Desa, perusahaan akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai 
pemangku kepentingan agar setiap desa di wilayah operasional memiliki kapasitas 
yang semakin baik dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk potensi 
bencana. (TOM)

Posting Komentar untuk "Kadundung Resmi Jadi Desa Tangguh Bencana Program Jaga Desa PT MDA"