PALOPO— Seleksi kepemimpinan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mangkaluku Kota Palopo periode 2026–2031 kini memasuki babak penentuan. Di antara deretan kandidat yang didominasi praktisi internal, terselip nama Steven Hamdani, politisi Partai Golkar yang kini melirik kursi eksekutif badan usaha milik daerah tersebut. Kehadirannya memicu diskursus mengenai sejauh mana kecakapan politik dapat bertransformasi menjadi visi manajerial dalam mengelola layanan air bersih publik.
Steven Hamdani dikenal sebagai figur kuat di "Beringin" Palopo. Ia tercatat pernah menduduki kursi parlemen selama dua periode (2014–2024) melalui Fraksi Partai Golkar. Selama satu dekade di Gedung DPRD, Steven tak jarang bersinggungan langsung dengan formulasi kebijakan anggaran dan pengawasan pelayanan publik. Rekam jejak legislasi inilah yang ia tawarkan untuk membenahi tata kelola Perumda Tirta Mangkaluku (TM).
Dalam hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang digelar tim seleksi pada 22–23 April 2026 di Makassar, Steven mengantongi skor 7,87 dengan rekomendasi "Dipertimbangkan". Meski berlatar belakang politisi, ia berhasil menembus posisi lima besar bersama nama-nama dari kalangan profesional dan internal perusahaan.
Tantangan Perumda TM ke depan melampaui sekadar urusan teknis distribusi air. Perusahaan ini dihadapkan pada restrukturisasi finansial dan harmonisasi hubungan dengan pemangku kepentingan. Dalam konteks ini, latar belakang Steven sebagai eks legislator Golkar dipandang sebagai pisau bermata dua.
Di satu sisi, jaringannya yang luas dengan Pemerintah Kota dan parlemen dapat menjadi katalisator bagi akselerasi kebijakan perusahaan. Namun di sisi lain, ia harus membuktikan bahwa langkahnya murni didasari pada profesionalisme korporasi, bukan sekadar penugasan politik pasca-parlemen. Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal, sebelumnya telah menegaskan bahwa proses seleksi ini berlangsung transparan tanpa intervensi maupun "titipan".
Kini, pilihan berada di tangan pemegang otoritas. Keputusan akhir dalam seleksi ini bukan sekadar urusan mengisi pos jabatan yang kosong, melainkan pertaruhan komitmen Pemerintah Kota Palopo dalam mentransformasi BUMD. Publik menanti, apakah kepemimpinan baru nanti termasuk peluang masuknya unsur politisi seperti Steven, saudara kandung dr. Silvia Hamdani, Sp.GK. (Plt Direktur RSUD Palemmai Tandi yang ditunjuk oleh Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal) mampu menjawab dahaga warga akan akses air bersih yang lebih berkeadilan, atau justru terjebak dalam pusaran pragmatisme birokrasi semata. (**)

Posting Komentar untuk "Steven Hamdani, Menakar Relevansi Eks Legislator Beringin di Tubuh BUMD"