PALOPO— Langkah Ris Akril Nurjimansyah, SE, MM, dalam seleksi direksi Perumda Tirta Mangkaluku (PAM-TM) Kota Palopo periode 2026-2031 memicu diskusi publik. Meski meraih akumulasi poin tertinggi dalam seleksi kompetensi, petahana Direktur Umum dan Keuangan ini mendapatkan catatan "tidak disarankan" berdasarkan hasil psikotes.
Kontras pada hasil seleksi ini menjadi perhatian tim penguji independen. Di satu sisi, Ris Akril unggul signifikan pada Uji Kompetensi Keahlian (UKK), terutama dalam aspek tata kelola keuangan dan administrasi. Namun di sisi lain, catatan psikotes tersebut memunculkan diskursus mengenai kesiapan manajerialnya untuk memimpin kembali perusahaan daerah tersebut.
Proses seleksi ini juga berlangsung di tengah keluhan warga terkait kualitas pelayanan air bersih yang dinilai stagnan. Sejumlah pelanggan masih mengeluhkan gangguan distribusi serta lambatnya respons penanganan kendala teknis di lapangan.
Persoalan ini kian sensitif mengingat besaran penghasilan jajaran direksi yang berkisar Rp 40-an juta per bulan turut menjadi sorotan publik. Besarnya gaji tersebut dianggap harus sebanding dengan peningkatan performa operasional dan pemenuhan hak dasar warga atas air bersih.
Ris Akril memiliki rekam jejak panjang di internal PAM-TM, dari posisi karyawan hingga Manajer Umum. Berbekal pengalaman tersebut serta latar belakang akademis di Universitas Andi Djemma (Unanda), ia ditantang untuk menjawab tuntutan transparansi dan efisiensi jika kembali terpilih.
Kini, kepastian kepemimpinan di perusahaan plat merah itu menanti hasil konsultasi akhir Pemerintah Kota Palopo dengan Kementerian Dalam Negeri. (**)

Posting Komentar untuk "Raih Poin Tertinggi meski "Tidak Disarankan" Psikotes, Ris Akril Jadi Sorotan"