![]() |
| Pokja I TP-PKK Luwu Utara programkan gerakan revitalisasi remaja masjid. |
MASAMBA- Kelompok Kerja (Pokja) I Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Luwu Utara, resmi menabuh genderang gerakan revitalisasi remaja masjid.
Keseriusan TP-PKK untuk kembali menghidupkan denyut nadi Remaja Masjid dibuktikan dengan menggandeng beberapa entitas terkait, seperti Bakesbangpol, DP3AP2KB, dan DPD BKPRMI.
“Revitalisasi remaja masjid perlu digerakkan kembali, mengingat kondisi remaja masjid saat ini seperti hidup segan mati pun tak mau,” ucap Ketua TP-PKK, Misnawati Andi Rahim, dalam rapat koordinasi, Jumat (6/3/2026), di Sekretariat PGRI Luwu Utara.
Misnawati mengatakan, saat ini para remaja harus kembali diarahkan untuk lebih banyak aktif di kegiatan remaja masjid dan menjadikan masjid sebagai pusat gravitasi kegiatan generasi muda.
“Tentu kita ingin anak-anak kita ini lebih banyak berkegiatan pada organisasi remaja masjid untuk menghindari mereka dari berbagai macam penyakit sosial atau kenakalan remaja,” jelasnya.
Menurutnya, banyak terjadi tindak kenakalan remaja disebabkan kurangnya pemahaman agama. Sehingga dengan keaktifannya di organisasi remaja masjid akan membentengi mereka dari segala macam penyakit sosial.
“Jangan kita berpikir anak-anak kita sekarang ini merasa aman dari segala macam gangguan dari luar tanpa kita proteksi anak-anak kita dengan ilmu agama yang baik,” ucapnya mengingatkan.
Menurutnya, remaja masjid merupakan garda terdepan dalam menangkal degradasi moral dan pengaruh negatif yang ada di lingkungan masyarakat, sehingga perlu menghidupkan kembali organisasi remaja masjid di seluruh wilayah Luwu Utara.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol, Ismaruddin, mengatakan bahwa sudah saatnya seluruh masjid yang ada di Luwu Utara diperkuat dengan keberadaan organisasi remaja masjid.
Untuk itu, kata dia, perlu ada penegasan pemerintah melalui pendekatan top down, untuk segera membentuk kepengurusan remaja masjid di semua masjid yang ada di Kabupaten Luwu Utara.
“Kita perlu membuat sebuah sistem yang dapat memproteksi anak-anak kita dari perbuatan yang tercela. Karena tanggung jawab mendidik anak adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.
“Ke depan, kita harus membuat tindakan preventif dan edukatif. Untuk itu, kita sangat apresiasi TP-PKK yang menginisiasi pembentukan sistem bernama revitalisasi remaja masjid,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan DP3AP2KB, Subiha, mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung rencana revitalisasi remaja masjid di seluruh wilayah Kabupaten Luwu Utara.
“Kita sangat mendukung rencana ini. Namun, kita juga perlu memperhatikan terkait masjid ramah anak. Sebab anak-anak mesti mendapatkan kenyamanan saat mereka di masjid,” ucap Subiha.
Sementara Sekretaris DPD BKPRMI, Lukman, mengaku bersyukur dengan rencana dilakukannya upaya revitalisasi remaja masjid. Menurutnya, BKPRMI merupakan motor penggerak teknis yang melakukan pendampingan manajemen organisasi di tingkat desa dan kecamatan.
“Saya kira apa yang kita niatkan saat ini menjadi langkah awal bagi kita untuk memulai kembali menghidupkan atmosfer organisasi remaja masjid seperti era 80-an sampai 90-an,” katanya.
“Dengan adanya inisiasi dari PKK, disertai dukungan penuh dari pemerintah daerah melalui Badan Kesbangpol dan DP3AP2KB, maka kami dari BKPRMI sangat menyambut baik dan siap bekerja sama mewujudkan apa yang menjadi harapan kita,” tandasnya.
Selanjutnya, dalam waktu dekat, akan dilakukan kembali pertemuan untuk memperkuat rumusan yang dihasilkan dalam rapat kali ini, dengan melibatkan beberapa unsur terkait lainnya.
Utamanya dalam menyatukan visi bersama melalui sinergi dan kolaborasi, sebab inilah kunci agar pembinaan remaja masjid dapat berjalan dengan baik secara lebih berkelanjutan. (LHR)

Posting Komentar untuk "Pokja I TP-PKK Luwu Utara Luncurkan Gerakan Revitalisasi Remaja Masjid"