![]() |
| HM Judas Amir. |
PALOPO- Awal Januari 2026 RMS mengajukan surat pengunduran diri dari keanggotaan Partai NasDem. Bendahara Umum DPP NasDem Ahmad Sahroni mengonfirmasi bahwa surat tersebut sudah diajukan sejak awal bulan. Surat ini juga mencakup mundur dari jabatan Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Proses Penggantian Antar Waktu (PAW) kursi DPR RI Fraksi NasDem Dapil III Sulawesi Selatan yang ditinggalkan Rusdi Masse Mappasessu (RMS) masih menunggu kepastian. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari DPP Partai NasDem maupun DPW NasDem Sulsel mengenai nama yang akan diajukan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI sebagai pengganti RMS.
Berdasarkan data perolehan suara Pemilu 2024 di Dapil III Sulsel (Sidrap, Pinrang, Enrekang, Luwu Raya, Toraja Raya, dan Kota Palopo), urutan calon pengganti semula menguntungkan Putri Dakka (53.700 suara) dan Andi Aslam Patonangi (43.580 suara). Namun, keduanya diisukan telah hengkang dari NasDem, sehingga posisi bergeser ke Hayarna Basmin (29.162 suara) sebagai kandidat terdepan saat ini dan Nicodemus Biringkanae diposisi paling buncit.
Putri Dakka, mantan Ketua DPD NasDem Luwu Utara, dikabarkan bergabung ke PDIP sejak Juni 2024 untuk maju di Pilwalkot Palopo. Ia sempat mengklaim masih kader NasDem di beberapa kesempatan, yang memicu perdebatan internal partai. Saat ini, Putri menghadapi kontroversi hukum terkait dugaan penipuan program subsidi umrah. Sebanyak 69 korban melaporkan kerugian sekitar Rp1,1 miliar ke Polda Sulsel, dan kuasa hukum korban mendesak peningkatan status hukum ditengah proses penyidikan.
Sementara itu, Andi Aslam Patonangi mantan Bupati Pinrang juga disebut mundur dari NasDem. Hengkangnya ini terjadi di tengah dinamika politik Sulsel pasca-Pemilu.
Di tengah situasi ini, nama Drs. H. Muhammad Judas Amir, M.H. (12.669 suara) muncul sebagai potensi alternatif jika Hayarna Basmin menemui kendala. Judas, mantan Wali Kota Palopo dua periode dan Ketua DPD NasDem Palopo, berhasil memimpin partai mendominasi Pileg DPRD Palopo 2024 serta mengamankan kursi ketua DPRD. Pengamat politik lokal, menilai bahwa meski urutan suara menjadi prioritas utama sesuai UU Pemilu No. 7 Tahun 2017, DPP NasDem memiliki ruang diskresi untuk mempertimbangkan faktor loyalitas dan stabilitas daerah basis.
“Belum adanya konfirmasi dari DPP maupun DPW baru menunjukkan proses ini masih dalam tahap internal yang hati-hati. Kasus hukum dan hengkang kader seperti Putri dan Aslam membuka peluang bagi figur senior seperti Judas Amir, tapi keputusan akhir harus menjaga integritas mekanisme PAW,” katanya.
Pasca-mundurnya RMS, DPP NasDem telah menunjuk Syaharuddin Alrif sebagai Ketua DPW NasDem Sulsel baru berdasarkan keputusan tanggal 23 Januari 2026. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari DPP atau DPW terkait nama calon PAW yang akan diajukan ke KPU RI. Proses ini juga dipengaruhi dinamika pergantian kepemimpinan DPW NasDem Sulsel.
KPU RI menunggu pengajuan formal dari partai. Dinamika ini mencerminkan tantangan partai politik dalam menjaga keseimbangan antara aturan elektoral, integritas internal, dan kebutuhan mempertahankan loyalitas kader di tengah isu personal serta hukum. (MUBARAK DJABAL TIRA)

Posting Komentar untuk "Kursi di DPR Milik RMS Kosong: Judas Amir Jadi Calon Pengganti Potensial Usai Isu Pindah Partai dan Kasus Hukum"