Bupati Luwu Jamu FKSN di Belopa

8.189 Views

 

Acara jamuan untuk FKSN di Luwu.
BELOPA - Jajaran Pemkab Luwu menggelar jamuan makan siang bersama Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) dalam rangkaian Peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80, yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Luwu, Belopa Utara, Kamis (22/1/2026).

Bupati Luwu, Patahudding, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada para raja dan sultan se-Nusantara yang telah berkenan hadir memenuhi undangan Pemerintah Kabupaten Luwu. Menurutnya, kehadiran para raja dan sultan merupakan kehormatan besar bagi pemerintah dan seluruh masyarakat Luwu.

“Kabupaten Luwu adalah daerah yang memiliki sejarah panjang dan peradaban tua. Luwu merupakan induk dari tiga daerah otonom di Tana Luwu, yakni Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Luwu Timur,” ujar Bupati Luwu.

Ia menjelaskan, Tana Luwu dikenal sebagai salah satu pusat peradaban tertua di Sulawesi dengan nilai adat, budaya, dan kearifan lokal yang hingga kini terus dijaga dan dihormati. Bagi masyarakat Luwu, adat tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga penuntun dalam kehidupan masa kini dan masa depan.

Secara geografis, Kabupaten Luwu dianugerahi wilayah yang kaya dengan potensi pertanian seluas 39.916 hektare lahan persawahan, dengan komoditas unggulan seperti padi, kakao, kelapa, dan hortikultura. Bupati Luwu menyebutkan, sektor pertanian Luwu berkontribusi sebesar 9,2 persen terhadap total produksi padi Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2024.

Selain sektor pertanian, Kabupaten Luwu juga memiliki potensi sumber daya alam di bidang pertambangan, seperti emas, galena, dan pasir besi. Dengan panjang garis pantai sekitar 123 kilometer, produksi rumput laut Luwu pada tahun 2024 tercatat mencapai 312.971 ton. Di sektor pariwisata, Luwu memiliki potensi wisata adat, budaya, sejarah, serta keindahan alam berupa pegunungan, sungai, air terjun, hingga pantai.

“Namun lebih dari semua itu, kekuatan terbesar Luwu adalah masyarakatnya yang menjunjung tinggi nilai sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge. Nilai-nilai inilah yang menjadi dasar dalam membangun daerah, menjaga persatuan, serta merawat harmoni antara pemerintah, adat, dan seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

Bupati Luwu berharap, jamuan makan siang ini tidak sekadar menjadi pertemuan seremonial, tetapi menjadi ruang silaturahmi, dialog, dan kebersamaan secara nasional untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan para raja dan sultan se-Nusantara dalam menjaga warisan budaya tanpa meninggalkan jati diri.

Pada kesempatan tersebut, Datu Luwu ke-40, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, menyematkan pin Forum Silaturahmi Keraton Nusantara kepada Bupati Luwu sebagai simbol penghargaan dan keanggotaan kehormatan kepada para raja dan sultan yang hadir, sebagai pengakuan atas peran mereka dalam melestarikan budaya dan memperkuat kekerabatan antar-keraton di Nusantara.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Maddika Ponrang Andi Saddawero Kira, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada Bupati Luwu atas kesediaannya menjamu rombongan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara dalam rangkaian peringatan HJL ke-758 dan HPRL ke-80.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Forkopimda Kabupaten Luwu, Dewan Adat Dua Belas Kedatuan Luwu, para raja dan sultan yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu, serta tokoh adat. (TOM)

Posting Komentar untuk "Bupati Luwu Jamu FKSN di Belopa"