![]() |
| Workshop jurnalistik yang digelar KIM Balandai bekerjasama KPU Kota Palopo. |
Workshop jurnalistik itu, menghadirkan Ketua Prodi Komunikasi dan Dakwah IAIN Palopo, Achmad Sulfikar, sebagai pemateri. Sulfikar membawakan materi tentang hoax dan jurnalisme digital.
Penggiat media dan fotografi ini, memaparkan tentang maraknya hoax atau istilah kekinian yang merujuk pada kabar bohong yang beredar di sosial media yang banyak dikonsumsi masyarakat.
"Sekarang ini, angka pengguna telepon pintar cukup tinggi khususnya pengguna media sosial yang memberi ancaman tersendiri bagi pemiliknya apabila tidak mem-filter setiap informasi yang beredar. Palopo yang menggelar Pilkada 2018, fenomena hoax di media sosial di kalangan para pendukung calon, terkadang menghadirkan data yang tidak valid dengan tujuan mempengaruhi opini publik. Untuk itu, pengguna media sosial mesti lebih cerdas menyaring informasi," imbuhnya.
Menurutnya, untuk mem-filter kabar bohong atau hoax di sosial media masyarakat harus tidak melek media utamanya media digital.
Staf Dinas Kominfo Palopo, Herawan S Toni, mengapresiasi KIM Balandai dan KPU menggelar workshop jurnalistik. Ia mengharapkan, peran partisipasi publik mengawal proses pilkada tanpa pengaruh hoax.
Hadir dalam kegiatan, komisioner KPU, Faisal S.Sos, Lurah Balandai, Hamsir, Ketua PMII Palopo, Ichal, perwakilan perguruan tinggi se Palopo, dll. Acara itu, dipandu Munawari atau Abo, selaku moderator. (TOM)

Posting Komentar untuk "KIM Balandai-KPU Palopo Sukses Gelar Workshop Jurnalistik Pilkada Tanpa Hoax"