JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto mengecam keras aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, sebagai tindakan biadab yang setara dengan terorisme. Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam diskusi tertutup dengan sejumlah jurnalis dan pengamat di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026) malam.
“Ini adalah terorisme. Ini tindakan biadab. Harus kita kejar. Harus kita usut. Harus kita usut!” tegas Prabowo saat menjawab pertanyaan jurnalis Najwa Shihab mengenai kasus tersebut, sebagaimana terekam dalam video Mata Najwa yang tayang di YouTube Narasi TV.
Ia menekankan pengusutan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan, melainkan mencapai aktor intelektual di baliknya, termasuk pihak yang menyuruh maupun membiayai aksi tersebut. “Saya ingin menegakkan hukum. Saya ingin Indonesia yang beradab. Tidak boleh ada tindakan seperti ini,” ujar Prabowo, yang juga menyatakan telah memberikan instruksi langsung kepada aparat penegak hukum.
Diskusi berlangsung hingga dini hari dan diikuti Retno Pinasti (Pemimpin Redaksi SCTV-Indosiar), ekonom Chatib Basri, Rizal Mallarangeng, serta Mardigu Wowiek Prasantyo. Najwa Shihab menyoroti pola intimidasi berulang terhadap aktivis hak asasi manusia (HAM) di masa lalu, di mana pelaku lapangan sering tertangkap, tetapi dalangnya jarang terungkap. Ia juga menanyakan apakah ruang aman untuk bersuara semakin menyempit.
Perkembangan terbaru muncul sehari setelah diskusi itu. Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI, Rabu (18/3/2026), mengumumkan penahanan empat prajurit aktif dari Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI sebagai tersangka. Keempatnya berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES, berasal dari matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto menyatakan penyidik masih mendalami motif dan kemungkinan rantai komando di balik aksi tersebut.
Andrie Yunus diserang pada Kamis dini hari (13/3/2026) di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Korban mengalami luka bakar hampir 20-24 persen tubuh dan kerusakan kornea mata kanan. Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) dan KontraS menilai peristiwa ini sebagai percobaan pembunuhan berencana, bukan sekadar penganiayaan berat.
Koalisi masyarakat sipil mendesak pembentukan tim investigasi independen untuk mengungkap aktor intelektual, mengingat latar belakang Andrie yang vokal mengkritisi revisi Undang-Undang TNI dan isu reformasi sektor keamanan. Prabowo menyatakan terbuka atas pembentukan tim independen, dengan syarat anggotanya benar-benar netral dan tidak berasumsi negatif terhadap pemerintah atau mendapat dukungan dana asing.
Kasus ini terus menjadi sorotan, dengan tuntutan agar penegakan hukum transparan dan tanpa impunitas. Pemerintah melalui berbagai kanal menyatakan komitmen menjaga kebebasan berpendapat sekaligus menindak tegas kekerasan. (MUSAKKAR DJABAL TIRA)

Posting Komentar untuk "Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Terorisme, Usut Sampai Aktor Intelektual"