![]() |
| Pansel segera umumkan Calon Direksi PERUMDA-TM Palopo yang berhasil terpilih melalui proses seleksi yang ketat. |
MAKASSAR- Sebanyak 13 calon direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangkaluku Kota Palopo telah menuntaskan tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Makassar, Rabu, 22/4/2026. Kini, para kandidat bersiap memasuki fase pamungkas untuk memperebutkan restu dari Wali Kota Palopo selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).
Panitia seleksi (Pansel) dijadwalkan mengumumkan hasil penilaian uji kelayakan pada Jumat, 24/4/2026. Peserta yang dinyatakan lolos akan melaju ke tahapan paling menentukan, yakni presentasi dan wawancara akhir langsung di hadapan Wali Kota Palopo, Naili Trisal, pada 28 April mendatang. Pengumuman jajaran direksi terpilih periode 2026–2031 sendiri dipastikan jatuh pada 30 April 2026, menggantikan manajemen saat ini yang masa jabatannya berakhir pada 10 Mei mendatang.
Seleksi kali ini berlangsung di bawah pengawasan ketat masyarakat. Betapa tidak, manajemen saat ini tengah dihujani kritik tajam, mulai dari buruknya layanan distribusi hingga isu transparansi keuangan. Bahkan, gelombang protes warga sempat berujung pada laporan polisi terkait dugaan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di tubuh BUMD tersebut. Wali Kota Palopo, Naili Trisal, menegaskan komitmennya untuk memutus rantai masalah tersebut melalui seleksi yang murni berdasarkan kompetensi.
Sorotan publik juga tertuju pada besaran pendapatan direksi yang dinilai fantastis. Berdasarkan data yang dihimpun, pendapatan direksi berada di kisaran Rp40 juta lebih per bulan, angka yang belum termasuk dana representatif direksi. Besaran dana ini dibatasi paling banyak 75% dari total penghasilan direksi selama setahun. Direksi wajib mempertanggungjawabkan penggunaan dana representatif dalam laporan keuangan perusahaan karena dana tersebut diambil dari anggaran perusahaan. Hal ini dianggap kontras dengan kondisi riil di lapangan, di mana warga masih sering mengeluhkan air keruh dan aliran yang macet.
Ekspektasi tinggi disematkan warga Palopo kepada nakhoda baru PAM-TM nantinya. Andri, salah seorang warga, berharap ada perubahan mendasar pada sistem internal perusahaan, terutama soal rekrutmen karyawan yang selama ini dinilai tertutup.
"Kami ingin rekrutmen dilakukan secara terbuka. Jangan lagi ada kesan hanya bisa diakses oleh 'orang dalam' (ordal). Semua anak muda Palopo yang kompeten harus punya kesempatan yang sama untuk mengabdi di sana," ujar Andri.
Senada dengan itu, Erna, pelanggan PAM-TM, menekankan pentingnya orientasi pelayanan publik dibanding sekadar mengejar keuntungan.
"Harapan kami ada perbaikan pelayanan yang nyata. PAM-TM jangan hanya sekadar mengejar profit tanpa memedulikan hak pelanggan. Kami butuh air yang lancar dan bersih, bukan sekadar janji-janji saat penyesuaian tarif," pungkas Erna.
Pengamat kebijakan publik, Dr. Suaedi, mengapresiasi langkah Pemkot Palopo yang menggelar seleksi pimpinan PAM Tirta Mangkaluku secara terbuka. Menurutnya, proses transparan ini menjamin lahirnya sosok pemimpin berkualitas yang mampu memenuhi harapan masyarakat. Ia menilai seleksi tersebut berhasil membedah rencana bisnis para kandidat secara proporsional.
"Saya melihat adanya visi yang mendalam dan keberagaman perspektif dalam manajemen PAM. Rencana bisnis para kandidat mampu menyinergikan aspek teknis operasional dengan ketajaman manajerial untuk mengeksekusi solusi di lapangan. Ini adalah bekal kuat untuk mengelola PAM TM ke depan," ujar Direktur Politeknik Dewantara ini.
Adapun Tim Penguji dalam seleksi ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman. Anggota tim lainnya terdiri dari Penjabat Sekda Palopo Zulkifli, Guru Besar FISIP Universitas Hasanuddin Prof. Sangkala, Ketua PD Perpamsi Sulsel H. Hasanuddin Kamal, serta Kepala BKPSDM Palopo Ilham.
Wali Kota Palopo Naili Trisal menegaskan bahwa dirinya memberikan mandat penuh kepada tim pansel dan penguji untuk bekerja secara objektif. Ia menginginkan sosok nakhoda yang tangguh untuk membawa perubahan nyata di tubuh BUMD tersebut.
"Saya menitipkan amanah agar seleksi ini berjalan murni berdasarkan kompetensi. Tidak boleh ada intervensi karena taruhannya adalah kualitas pelayanan air bersih bagi warga Palopo. Kita butuh profesional yang cakap manajemen," tegas Naili.
Persaingan di fase pamungkas ini melibatkan 13 nama dengan latar belakang beragam. Dari unsur internal terdapat Yasir (mantan Dirut), Dr. Ris Akril Nurimansjah (petahana), Andi Megawati, Andi Siwaru Husain dan Haeruddin K (mantan Direktur PDAM Luwu Utara), Kelompok profesional diisi oleh Fath Andi Pampang, dan Winda Sharif Putri. Selain itu, muncul figur perbankan Syahruddin Djumed dan Andi Risnal, akademisi Haedar Djidar, serta mantan legislator Steven Hamdari dan Darmawati LS.
Pada akhirnya, kursi direksi bukan sekadar jabatan dengan gaji mentereng, melainkan sebuah amanah berat untuk mengalirkan hak dasar warga. Di tengah krisis kepercayaan yang melanda, publik kini menunggu, apakah 30 April nanti akan benar-benar menjadi gerbang menuju Palopo Baru yang melayani, atau sekadar pergantian wajah di tengah masalah yang tetap sama? Sangat menarik untuk dinantikan. (MUBARAK DJABAL TIRA)

Posting Komentar untuk "UKK Rampung, Calon Direksi PERUMDA-TM Palopo Terpilih Tinggal Nunggu "Restu" KPM"